get app
inews
Aa Text
Read Next : Selamatkan Gajah Sumatera, Pemerintah Luncurkan Semangat "TNWK Adalah Kita"

Sekolah Rakyat Hadir di Lampung Timur, Harapan Baru Anak Keluarga Kurang Mampu

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:42 WIB
header img
Bupati Lampung Timur, Ella Siti Nuryamah saat meresmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 di Sukadana. Foto: Ist

LAMPUNG TIMUR, iNewsLamsel.id - Upaya memutus rantai kemiskinan struktural mulai diwujudkan dari Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. Pemerintah menghadirkan pendidikan khusus bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi 1.

Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 resmi diresmikan Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Kamis (13/8/2026). Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru.

Peresmian ini turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Republik Indonesia, Gubernur Lampung, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lampung Timur.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek pembangunan gedung, melainkan bagian dari strategi pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas bagi kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi.

Bupati Ela menegaskan, pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk memutus mata rantai kemiskinan yang diwariskan antargenerasi.

“Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan,” ujar Ela.

Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat harus mampu membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengejar ketertinggalan sekaligus membangun masa depan yang lebih baik.

Tak hanya mengejar prestasi akademik, Ela meminta sekolah tersebut menjadi ruang pembentukan karakter dan keterampilan peserta didik.

“Sekolah ini harus menjadi tempat untuk membentuk kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, keterampilan, kepedulian sosial, sekaligus karakter peserta didik,” tegasnya.

Konsep tersebut diharapkan melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki mental kuat, keterampilan praktis, serta mampu beradaptasi dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Momentum MPLS pun dimanfaatkan Ela untuk membangun kepercayaan diri para siswa baru. Ia meminta para peserta didik tidak menjadikan kondisi ekonomi keluarga sebagai alasan untuk membatasi cita-cita.

“MPLS merupakan awal perjalanan baru. Jangan pernah merasa rendah diri karena berasal dari keluarga sederhana. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi,” pesan Ela.

Pesan tersebut menjadi penting karena Sekolah Rakyat tidak hanya dituntut memberikan akses pendidikan, tetapi juga menghapus stigma bahwa kemiskinan menentukan masa depan seorang anak.

Dari Desa Muara Jaya, pemerintah Lampung Timur kini mempertaruhkan pendidikan sebagai senjata untuk memutus rantai kemiskinan. Harapannya, ruang-ruang kelas di Sekolah Rakyat tidak sekadar mencetak lulusan, tetapi menjadi titik awal lahirnya generasi yang mampu mengubah nasib keluarga dan membawa perubahan bagi daerah.

Editor : Heri Fulistiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut