Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pemkab Lampura Siap Sukseskan HPN dan Porwanas 2027, Siap Tampilkan Kesenian Lokal
Advertisement . Scroll to see content

Angkon Muakhi Satukan Keberagaman, Pangdam XXI/Radin Inten Resmi Jadi Saudara Masyarakat Adat Lampun

Kamis, 09 Juli 2026 | 15:44 WIB
  • author Heri Fulistiawan
Angkon Muakhi Satukan Keberagaman, Pangdam XXI/Radin Inten Resmi Jadi Saudara Masyarakat Adat Lampun
Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, sebagai saudara sekaligus bagian dari keluarga besar adat Abung Siwo Migo. Foto: Ist

KOTABUMI, iNewsLamsel.id - Tradisi adat Lampung kembali membuktikan bahwa keberagaman bukan penghalang untuk bersatu. Melalui prosesi Angkon Muakhi, masyarakat adat Lampung Utara resmi mengangkat Pangdam XXI/Radin Inten, Kristomei Sianturi, sebagai saudara sekaligus bagian dari keluarga besar adat Abung Siwo Migo.

Prosesi adat Pengangkenan dan Pengguain berlangsung khidmat di Jalan Teratai, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kamis (9/7/2026). Pengangkatan dilakukan oleh tokoh masyarakat Lampung Utara, Ansyori Sabak bergelar Suttan Rajo Putra Negara.

Prosesi tersebut bukan sekadar pemberian gelar adat, melainkan peneguhan ikatan persaudaraan yang melampaui batas suku dan garis keturunan. Meski berasal dari suku Batak, Kristomei Sianturi yang lahir dan besar di Lampung Utara kini resmi diterima sebagai bagian dari masyarakat adat Lampung.

Dalam rangkaian adat itu, Kristomei diterima sebagai warga adat Pungguk Lama, Kebumian Suttan Rajo Putra Negara, Suku Agung Kampung Pungguk Lama, Kecamatan Abung Timur. Ia kemudian dianugerahi gelar Raja Satria Negara melalui prosesi Megawo Adat Lampung (Khuruk), lalu menyandang juluk Pangeran Raja Satria Negara dalam prosesi Menggawo Bumi (Turun Mandei).

Sementara sang istri, Desi Asti Megasari, turut menerima penghormatan adat dengan gelar Ratu Ibu Pertiwi, yang nantinya dilanjutkan dengan gelar Pangeran Ratu Ibu Pertiwi pada prosesi Turun Mandei.

Tokoh adat Pungguk Lama, Ibnu Hajar bergelar Suttan Guttei Sang Rateu menegaskan, Angkon Muakhi bukan sekadar seremoni, melainkan ikatan moral yang mengandung tanggung jawab menjaga kehormatan keluarga besar adat.

"Angkon Muakhi bukan hanya acara seremonial. Ketika seseorang telah diangkat menjadi saudara, maka ia memiliki ikatan moral dan tanggung jawab untuk menjaga nama baik keluarga besar adat," ujarnya.

Ansyori Sabak mengatakan pengangkatan Pangdam memiliki makna sejarah bagi masyarakat Lampung Utara. Menurutnya, Kristomei merupakan putra daerah yang lahir dari keberagaman dan telah mengabdikan diri kepada bangsa.

"Beliau adalah putra Lampung Utara yang lahir dari keberagaman. Dengan prosesi ini, beliau resmi menjadi bagian dari masyarakat adat Lampung Utara, khususnya Abung Siwo Migo," katanya.

Sementara itu, Kristomei Sianturi mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan masyarakat adat kepadanya. Ia menyebut ikatan emosionalnya dengan Lampung Utara telah terjalin sejak lahir.

"Air yang pertama saya minum adalah air Lampung Utara. Dengan penganugerahan gelar adat ini, ikatan batin itu kini memperoleh pengakuan secara adat," ungkapnya.

Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, menilai Angkon Muakhi merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga sebagai perekat persatuan masyarakat. Ia berharap hubungan persaudaraan yang terjalin melalui adat tersebut tetap lestari hingga generasi mendatang.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan Sewarei atau penguatan hubungan persaudaraan. Dalam kesempatan itu juga dicanangkan hubungan persaudaraan adat antara Pangeran Raja Satria Negara dengan Rahmat Mirzani Djausal, serta melibatkan Radityo Egi Pratama, Mustofa, dan Ketua BEM KBM Universitas Lampung, Aditiya Putra Bayu.

Kehadiran unsur pemerintah, tokoh adat, Forkopimda, tokoh agama hingga generasi muda menjadi bukti bahwa adat Lampung tetap hidup sebagai ruang pemersatu seluruh elemen masyarakat.

Rangkaian penganugerahan gelar adat tersebut akan berlanjut dalam prosesi Turun Mandei yang dijadwalkan berlangsung di kawasan wisata Pasir Putih, Kabupaten Lampung Selatan, pada Sabtu (11/7/2026), sebagai penutup dari rangkaian Angkon Muakhi yang sarat makna persaudaraan dan persatuan.

Editor: Heri Fulistiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut