Way Kambas Dipoles Jadi Pusat Konservasi Gajah Dunia, Tim Internasional Turun Tangan
LAMPUNG TIMUR, iNewsLamsel.id - Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur mulai dipersiapkan menjadi kawasan percontohan konservasi gajah Sumatra berkelas dunia. Pembangunan infrastruktur dan penguatan sistem konservasi kini dikebut dengan melibatkan tim ahli dari dalam dan luar negeri.
Langkah tersebut terlihat saat tim internasional bersama Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK melakukan peninjauan langsung, Sabtu (15/8/2026).
Tim menyisir sejumlah titik pembangunan sejak pagi hingga sore. Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan sarana dan prasarana tetap berjalan sesuai target, tanpa mengorbankan kelestarian kawasan konservasi.
Delegasi internasional yang terlibat yakni Elephant Nature Park (ENP) Thailand di bawah pimpinan Saengduean Chailert serta tim ahli Wilderness (PT Living Landscapes Indonesia) yang dipimpin Keren Brooks.
Ketua Komite Gabungan, Brigjen TNI Sriyanto, mengatakan keterlibatan tim internasional penting untuk memastikan pembangunan TNWK dilakukan secara terukur dan tepat sasaran.
"Peninjauan progres percepatan pembangunan Taman Nasional Way Kambas oleh Tim ENP Thailand dan Tim Wilderness merupakan bentuk perhatian dan koordinasi dalam rangka memastikan perkembangan pembangunan sarana dan prasarana di kawasan TNWK berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan," kata Sriyanto.
Menurut dia, koordinasi lintas pihak menjadi kunci agar pembangunan fasilitas tidak hanya cepat, tetapi juga tetap memperhatikan aspek keamanan dan kelestarian lingkungan.
"Semangat percepatan ini tetap menggandeng prinsip kehati-hatian," ujarnya.
Bukan Sekadar Pembangunan Fisik
Transformasi TNWK dinilai bukan hanya soal membangun fasilitas baru. Kawasan ini juga diarahkan menjadi contoh pengelolaan konservasi yang mampu menggabungkan perlindungan satwa, lingkungan, edukasi, dan kepentingan masyarakat.
Budayawan Lampung Ansori Djausal mengatakan Way Kambas memiliki sejarah panjang dalam upaya konservasi satwa liar di Indonesia.
"Way Kambas yang sekarang telah menjadi kawasan konservasi yang penting dengan Pusat Konservasi Badak. Konservasi Gajah pertama di Indonesia tidak lepas dari keberhasilan merubah kawasan bekas HPH menjadi kawasan konservasi sebagai Taman Nasional awal 80-an," kata Ansori.
Dia juga menyinggung upaya penyelamatan gajah dari wilayah perbatasan Sumatera Selatan yang dilakukan pada pertengahan 1980-an melalui kegiatan Tata Liman 1986.
Ansori menilai pengembangan TNWK menjadi pusat konservasi gajah dunia dapat menjadi momentum untuk memperkuat citra Indonesia di mata internasional.
"Menjadi percontohan dunia yang berada di Indonesia dalam pengembangan dan pelestarian satwa seperti gajah Sumatra," ujarnya.
Konsep "New Look TNWK"
Transformasi Way Kambas dikemas melalui konsep "New Look TNWK" dengan semangat "TNWK adalah Kita".
Konsep tersebut menitikberatkan pada konservasi yang modern, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan kenyamanan gajah Sumatra melalui penyediaan fasilitas air bersih dan tempat tinggal yang layak.
Sistem mitigasi interaksi antara manusia dan gajah juga diperkuat melalui pendekatan berlapis untuk mengurangi potensi konflik.
Sejumlah fasilitas ramah lingkungan juga disiapkan, termasuk skywalk dan menara pandang yang dirancang menyatu dengan kawasan.
Masyarakat sekitar turut menjadi bagian penting dalam transformasi tersebut. Sarana edukasi di pos-pos pemantauan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga habitat gajah Sumatra.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai target, TNWK tak hanya menjadi rumah bagi gajah Sumatra, tetapi juga diharapkan mampu menjadi rujukan konservasi gajah dunia dari Indonesia.
Editor : Heri Fulistiawan