LAMPUNG SELATAN, iNewsLamsel.id - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kalianda resmi membuka Training Raya berupa Latihan Kader II (LK II) atau Intermediate Training dan Latihan Khusus Kohati (LKK) tingkat nasional 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Lampung Selatan, Selasa (2/11/2026), ini menjadi ruang penggemblengan kader untuk menyiapkan generasi berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.
Training Raya yang berlangsung hingga 7 November 2026 tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Pembukaan kegiatan juga terasa istimewa dengan kehadiran dua mantan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI, yakni Muhammad Arief Rosyid, Ketua Umum PB HMI periode 2013–2015, dan Arya Kharisma Hardy, Ketua Umum PB HMI periode 2018–2020.
Sejumlah tokoh turut menghadiri pembukaan tersebut, di antaranya Anggota DPRD Lampung Selatan Dwi Riyanto, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Anasrullah yang mewakili Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Yefri Febriansyah (Kabid PB HMI 2022–2024), pengurus KAHMI Lampung Selatan, Direktur BUMD Lampung Selatan, perwakilan aparat penegak hukum, jajaran Forkopimda, serta keluarga besar HMI se-Lampung Selatan.
Hadir pula Ketua PWI Lampung Selatan Edwin Apriandi yang turut memberikan apresiasi terhadap konsistensi HMI dalam menjaga tradisi perkaderan.
Ketua Umum HMI Cabang Kalianda, Sandi Afrizal, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim master yang telah bekerja keras selama hampir satu pekan untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan dan menyambut peserta dari berbagai penjuru Nusantara.
Menurutnya, Training Raya bukan sekadar agenda organisasi, melainkan bagian penting dalam menjaga kualitas perkaderan HMI di tengah dinamika kebangsaan dan organisasi yang terus berkembang.
Ia menegaskan, selama 79 tahun berdiri, HMI tetap berpegang pada dua semangat utama, yakni keislaman dan keindonesiaan. Dua nilai tersebut menjadi landasan perjuangan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus menyiarkan ajaran Islam.
"Di tengah dinamika politik yang semakin kencang menjelang Kongres PB HMI ke-33 di Lampung, kami berkomitmen menjaga mata air perkaderan dan tidak terjebak dalam politik praktis. HMI dikenal dengan kualitas insan cita, bukan hanya lobi-lobi semata," tegas Sandi.
Dia juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti proses training dengan sungguh-sungguh serta menjunjung tinggi independensi etis dan independensi organisatoris.
Sandi berharap ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan dapat dibawa pulang dan diamalkan di daerah masing-masing.
Dukungan terhadap pelaksanaan Training Raya juga disampaikan perwakilan KAHMI Lampung Selatan, Baikuni Aka Sanjaya, Ia mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya LK II dan LKK tingkat nasional HMI Cabang Kalianda.
Menurutnya, kehadiran dua mantan Ketua Umum PB HMI menjadi momentum berharga sekaligus suntikan semangat bagi perkembangan perkaderan HMI di Lampung Selatan.
"Kehadiran dua tokoh besar yang pernah memimpin HMI pada masanya ini membawa semangat baru bagi kemajuan perkaderan HMI di Bumi Ragom Mufakat," ujarnya.
Sementara itu, mewakili Bupati Lampung Selatan, Anasrullah secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kaderisasi dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian terhadap masyarakat.
Menurutnya, tantangan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kematangan emosional, kekuatan moral, serta keberanian memperjuangkan kepentingan publik.
"Masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak orang pintar yang kita miliki, tetapi juga seberapa banyak orang berintegritas yang bersedia mengabdikan dirinya. Kaderisasi harus melahirkan manusia yang kuat secara intelektual, matang secara emosional, kokoh secara moral, dan berani memperjuangkan kepentingan masyarakat," kata Anasrullah.
Ia juga berpesan agar para peserta tidak menjadikan sertifikat sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan mengikuti training.
"Pulanglah dengan cara berpikir yang lebih matang, wawasan yang lebih luas, dan komitmen pengabdian yang lebih kuat," pesannya.
Anasrullah menambahkan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memandang HMI dan Kohati sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Karena itu, ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan gagasan-gagasan konstruktif yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
"Selamat berproses, selamat berdiskusi, dan selamat berjuang. Jadikan Lampung Selatan sebagai tempat lahirnya gagasan-gagasan besar bagi bangsa dan negara," tutupnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua PWI Lampung Selatan Edwin Apriandi. Ia menilai konsistensi HMI Cabang Kalianda dalam menyelenggarakan perkaderan merupakan bagian penting dalam membangun kualitas generasi muda.
"PWI mengapresiasi konsistensi HMI Cabang Kalianda dalam menjaga proses perkaderan. Semoga lahir kader yang kritis, berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Melalui Training Raya ini, HMI Cabang Kalianda diharapkan tidak hanya melahirkan kader yang matang dalam berorganisasi, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, dan keberanian mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan bangsa.
Editor : Heri Fulistiawan
Artikel Terkait
