get app
inews
Aa Text
Read Next : Polsek Sungkai Jaya Bongkar Jaringan Sabu, ABG 17 Tahun hingga Perempuan Diamankan

Tekan Lonjakan Harga, Pemkab Lampura Ubah Pasar Murah Jadi Program Bulanan

Kamis, 21 Mei 2026 | 15:22 WIB
header img
Pemerintah Kabupaten Lampung Utara mulai tancap gas membuat kebijakan pasar murah bulanan. (Foto: iNews.id)

KOTABUMI, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Lampung Utara mulai tancap gas menghadapi ancaman inflasi dan lonjakan harga kebutuhan pokok yang terus menghimpit masyarakat. Tak lagi bersifat insidental menjelang hari besar, program pasar murah kini disiapkan menjadi agenda rutin setiap bulan.

Langkah itu diambil setelah banyak warga mengeluhkan harga sembako yang terus merangkak naik, sementara operasi pasar murah selama ini dinilai hanya muncul saat momentum tertentu seperti Ramadan atau Idulfitri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung Utara, Hendri, mengatakan kebijakan pasar murah bulanan menjadi strategi baru pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus menahan laju inflasi.

“Ke depan, Insyaallah pasar murah akan kita laksanakan sebulan sekali. Ini menjadi jawaban atas harapan masyarakat yang meminta agar kegiatan seperti ini tidak hanya hadir saat hari besar saja,” ujar Hendri, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, tingginya antusiasme warga dalam setiap operasi pasar menunjukkan kondisi ekonomi masyarakat masih menghadapi tekanan serius akibat kenaikan harga pangan di pasaran.

Dalam pasar murah tersebut, pemerintah menjual sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar. Telur dipasarkan Rp25 ribu per kilogram dengan stok 210 kilogram. Minyak goreng Minyakita dijual Rp15.500 per liter dengan ketersediaan 600 liter.

Selain itu, beras SPHP disediakan sebanyak satu ton dengan harga Rp58 ribu per lima kilogram. Gula pasir dijual Rp17.500 per kilogram, sementara gula produksi PTPN 7 Bunga Mayang dipasarkan lebih murah, yakni Rp16 ribu per kilogram.

Tak hanya bahan pangan, pemerintah juga menyiapkan 300 tabung gas elpiji tiga kilogram untuk membantu kebutuhan energi rumah tangga masyarakat.

Di lokasi kegiatan, Sekretaris Kabupaten Lampung Utara, Intji Indriati, turun langsung mengatur arus pembeli dan memastikan distribusi berjalan tertib. Ia menegaskan pasar murah kali ini digelar selama lima hari untuk menekan dampak kenaikan harga sembako menjelang Hari Raya Iduladha.

“Biasanya pasar murah dilakukan saat momentum hari besar. Namun melihat kondisi harga kebutuhan pokok yang mulai meningkat dan tingginya kebutuhan masyarakat, pemerintah hadir untuk membantu meringankan beban warga melalui harga yang lebih terjangkau,” kata Intji.

Menurutnya, membludaknya warga yang datang menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat sedang tertekan. Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan distributor dan pemangku kepentingan guna menjaga kestabilan stok pangan.

Pemkab juga mulai melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah gudang distributor besar untuk memastikan tidak ada gangguan distribusi maupun permainan stok di lapangan.

“Hasil pemantauan sementara, stok sembako masih cukup. Hanya saja memang ada tekanan pada ketersediaan minyak goreng. Karena itu operasi pasar Minyakita akan terus dilakukan selama satu bulan,” ujarnya.

Pemerintah menilai kenaikan harga menjelang hari besar merupakan pola tahunan akibat meningkatnya permintaan masyarakat. Karena itu, intervensi pasar dan penguatan distribusi dinilai menjadi langkah penting agar lonjakan harga tidak semakin membebani masyarakat kecil.

Dengan pola pasar murah bulanan, Pemkab Lampung Utara berharap harga kebutuhan pokok lebih terkendali, inflasi daerah dapat ditekan, dan masyarakat berpenghasilan rendah mendapat perlindungan ekonomi di tengah gejolak harga pangan.

 

Editor : Heri Fulistiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut