get app
inews
Aa Text
Read Next : Polemik Pinjaman Rp150 Miliar, Tokoh Lampung Utara Minta DPRD Jangan Hambat Pembangunan

Prajurit Marinir Asal Kotabumi Meninggal Saat Pendidikan Denjaka, Begini Penjelasan Keluarga

Kamis, 21 Mei 2026 | 10:47 WIB
header img
Pratu Mar Zalendra Ferdika, anggota TNI AL asal Kelurahan Cempedak, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, meninggal dunia saat mengikuti pendidikan pasukan elite Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) di kawasan Bumi Marinir, Cilandak. Foto: iNews.id

KOTABUMI, iNewsLamsel.id - Kabar duka menyelimuti keluarga Prajurit Satu Marinir (Pratu Mar) Zalendra Ferdika, prajurit muda asal Kelurahan Cempedak, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, yang meninggal dunia saat mengikuti pendidikan pasukan elite Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) di kawasan Bumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan.

Di tengah suasana kehilangan, keluarga mengaku belum menerima penjelasan rinci mengenai penyebab kematian prajurit yang disebut telah memasuki tahap akhir pendidikan salah satu pasukan paling elite di lingkungan TNI Angkatan Laut tersebut.

Pratu Mar Zalendra Ferdika sebelumnya berdinas di Satuan Yontaifib 2 Marinir Surabaya. Sejak Januari 2026, ia mengikuti pendidikan Denjaka—pasukan khusus yang dikenal memiliki standar latihan ekstrem, disiplin keras, dan seleksi fisik maupun mental yang sangat ketat.

Ayah almarhum, Perly Haryadi, mengatakan keluarga terakhir kali bertemu Zalendra saat putranya berpamitan untuk mengikuti pendidikan di Jakarta.

“Dia sempat izin kepada keluarga untuk mengikuti pendidikan Denjaka, dan kami mendukung,” kata Perly kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).

Namun dukungan dan kebanggaan keluarga berubah menjadi duka mendalam setelah kabar kematian Zalendra datang secara mendadak melalui sambungan telepon sekitar pukul 12.00 WIB.

“Kami dikabari melalui telepon bahwa anak kami sudah tidak ada,” ujarnya dengan suara lirih.

Perly mengaku keluarga sempat mendapat informasi bahwa kondisi fisik anaknya menurun selama menjalani pendidikan. Namun hingga kini, mereka belum mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya prajurit muda tersebut.

“Sempat ada kabar kondisi kesehatannya menurun dan kurang fit, tetapi penyebab pastinya kami belum mengetahui,” katanya.

Jenazah Zalendra dijadwalkan tiba di kampung halaman pada malam hari dan akan dimakamkan secara militer di Lampung Utara.

Di mata keluarga dan warga sekitar, Zalendra dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi lingkungan tempat tinggalnya.

“Anaknya baik, ramah dengan keluarga dan tetangga. Kami sangat kehilangan,” ujar Perly.

Namun kematian Zalendra ternyata bukan kasus tunggal dalam pendidikan Denjaka tahun ini. 

 

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI Angkatan Laut mengenai kronologi maupun penyebab meninggalnya para siswa tersebut.

Denjaka sendiri dikenal sebagai satuan elite TNI Angkatan Laut yang memiliki kemampuan operasi khusus maritim, antiteror, sabotase bawah laut, hingga pembebasan sandera berisiko tinggi.

Pasukan ini dibentuk dari unsur pasukan khusus Kopaska dan Yontaifib Marinir. Di balik reputasi sebagai pasukan elite, pendidikan Denjaka memang dikenal sangat berat. Namun meninggalnya empat siswa dalam satu angkatan kini menjadi sorotan dan memantik perhatian publik.

Sementara itu, keluarga korban masih menunggu satu hal yang hingga kini belum mereka dapatkan, penjelasan resmi mengenai apa sebenarnya yang terjadi selama pendidikan berlangsung.

Editor : Heri Fulistiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut