get app
inews
Aa Text
Read Next : Di Balik Panggung Pemerintahan, Ada Pengabdian yang Bekerja dalam Senyap

Dikejar Target 3.038 Hektare, Petani Lampung Utara Berpacu dengan Kemarau

Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:41 WIB
header img
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lampung Utara, Tomi Suciadi. Foto: Ist

KOTABUMI, iNewsLamsel.id - Ambisi pemerintah pusat mempercepat swasembada pangan menghadapkan Kabupaten Lampung Utara pada tantangan besar. Target tanam padi pada Juli 2026 melonjak menjadi 3.038 hektare, naik hampir 45 persen dibanding target Juni yang hanya sekitar 2.100 hektare. Namun, di tengah tingginya target, petani justru bergulat dengan dua persoalan utama: musim kemarau dan perbaikan jaringan irigasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lampung Utara, Tomi Suciadi, mengakui target yang diberikan Kementerian Pertanian cukup berat untuk dicapai dalam kondisi saat ini.

"Target bulan Juli mencapai 3.038 hektare. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding bulan Juni yang sekitar 2.100 hektare," ujar Tomi, Jumat (17/7/2026).

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tetap berupaya mengejar target tersebut. Pada Juni lalu, realisasi luas tanam berhasil mencapai lebih dari 86 persen dari target yang ditetapkan pemerintah pusat, sebuah capaian yang dinilai cukup baik di tengah berbagai keterbatasan.

Namun situasi Juli berbeda. Memasuki puncak musim kemarau, debit air di sejumlah wilayah terus menurun. Di saat bersamaan, rehabilitasi jaringan irigasi utama yang mengairi lebih dari 2.000 hektare sawah membuat pasokan air ke lahan pertanian ikut terganggu.

Akibatnya, banyak petani memilih menunda masa tanam karena lahan belum memungkinkan untuk diolah.

"Kondisi ini tentu memengaruhi percepatan tanam. Banyak lahan yang belum bisa diolah karena pasokan air belum mencukupi," kata Tomi.

Hingga pertengahan Juli, capaian tanam baru mencapai sekitar 334 hektare atau 11 persen dari target 3.038 hektare. Angka itu menunjukkan pekerjaan rumah yang masih sangat besar jika target ingin tercapai sebelum akhir bulan.

Meski menghadapi kendala, Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura tidak tinggal diam. Bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani, dan pemerintah kecamatan, berbagai langkah percepatan terus dilakukan, mulai dari memanfaatkan sumber air alternatif hingga penggunaan pompa air di areal sawah tadah hujan.

Koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) juga terus dilakukan agar rehabilitasi jaringan irigasi dapat selesai sesuai jadwal sehingga distribusi air kembali normal.

"Kami tetap berusaha semaksimal mungkin. Mudah-mudahan setelah perbaikan irigasi selesai dan kondisi air membaik, percepatan tanam bisa dilakukan sehingga capaian target tidak terpaut terlalu jauh," ujarnya.

Lonjakan target tanam ini merupakan bagian dari strategi pemerintah pusat untuk menjaga produksi beras nasional dan memperkuat ketahanan pangan. Namun di daerah, keberhasilan program tersebut tetap bergantung pada kondisi cuaca, ketersediaan air, dan kesiapan infrastruktur pertanian.

Kini, di tengah teriknya musim kemarau dan aliran irigasi yang belum sepenuhnya pulih, Lampung Utara berpacu dengan waktu untuk mengejar target tanam yang terus meningkat demi menjaga lumbung pangan tetap produktif.

Editor : Heri Fulistiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut