Soroti Peran Lurah, Pemkab Lampung Utara Tekankan Pelayanan Dasar yang Optimal
LAMPUNG UTARA, iNewsLamsel.id - Pemerintah Kabupaten Lampung Utara melakukan rotasi besar-besaran terhadap 217 pejabat administrator dan pengawas sebagai langkah mempercepat laju birokrasi dan memperkuat implementasi visi pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis.
Pelantikan yang digelar di Ruang Tapis Pemkab Lampung Utara, Senin (11/5/2026), menjadi sinyal awal konsolidasi pemerintahan untuk membangun birokrasi yang lebih responsif, cepat bergerak, dan fokus pada pelayanan publik.
Rotasi tersebut terdiri dari 53 pejabat administrator dan 164 pejabat pengawas yang akan mengisi berbagai posisi strategis di organisasi perangkat daerah hingga tingkat kelurahan.
Sekretaris Daerah Lampung Utara, Intji Indriati, menegaskan pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian jabatan, melainkan amanah untuk meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan.
“Rolling ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya visi dan misi Bupati Lampung Utara,” ujar Intji.
Menurutnya, tantangan birokrasi saat ini menuntut aparatur pemerintah mampu bergerak cepat dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Karena itu, pejabat yang baru dilantik diminta segera bekerja dan menunjukkan hasil nyata.
“Segera beradaptasi, menjalankan tugas lebih baik lagi, dan siap berlari,” tegasnya.
Perhatian khusus juga diberikan kepada para lurah yang dinilai menjadi ujung tombak pemerintahan di tengah masyarakat. Mereka dituntut mampu menyerap aspirasi warga sekaligus memastikan pelayanan dasar berjalan optimal.
“Kelurahan adalah ujung tombak pemerintahan, menyerap aspirasi masyarakat dan menjalankan tugas pelayanan, termasuk kebersihan lingkungan,” katanya.
Di tengah tantangan efisiensi anggaran dan tingginya ekspektasi publik terhadap pelayanan pemerintah, rotasi ratusan pejabat ini menjadi ujian awal bagi efektivitas birokrasi Lampung Utara. Publik kini menanti apakah mesin pemerintahan benar-benar mampu bergerak lebih cepat dan selaras dengan agenda pembangunan kepala daerah.
Editor : Heri Fulistiawan