Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Lamsel Tolak Kenaikan Harga BBM

Heri Fulistiawan
.
Jum'at, 23 September 2022 | 05:48 WIB
Puluhan Mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi di depan kantor DPRD Lampung Selatan, Kamis(22/9/2022).(Foto: Heri/iNews.id)

LAMPUNG SELATAN, iNewsLamsel.id - Gelombang aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM terus bergulir di sejumlah daerah, puluhan massa aksi demonstrasi dari Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menggeruduk kantor DPRD setempat menyuarakan penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Kamis (22/9/2022).

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa PMII sempat berdorong-dorongan dengan petugas yang mengamankan jalannya aksi untuk mencegah massa masuk kedalam kantor DPRD Lamsel.

Koordinator aksi, Muhammad Fuad Wahid, dalam menyuarakan poin-poin aspirasi aksi di depan pintu gerbang DPRD Lamsel menyebut kenaikan harga BBM telah menimbulkan polemik ditengah kondisi pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya pulih.

"Upaya pemulihan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah melalui tiga cara yaitu peningkatan konsumsi nasional, peningkatan aktifitas dunia usaha serta menjaga stabilitas ekonomi dan ekspansi moneter. Justru Pemerintah menaikkan harga BBM yang secara otomatis mengganggu ketiga rencana tersebut yang berkaitan dengan hidup orang banyak," ujarnya ditengah-tengah aksi.

Muhammad Fuad Wahid melanjutkan, kenaikan harga BBM sangat berdampak buruk bagi masyarakat menengah ke bawah. Hal ini, dapat mempercepat terjadinya inflasi yang tinggi dan meningkatkan jumlah orang miskin di Indonesia.

"Menaikkan harga BBM, juga sangat mengganggu perputaran roda ekonomi dan sektor-sektor strategis negara. Sebagian besar aktifitas nasional terutama sektor transportasi, industri, pertanian, kelautan perikanan, pariwisata dan lain sebagainya akan sangat terdampak," lanjutnya.

Alih-alih menaikkan harga BBM bersubsidi, semestinya Pemerintah fokus untuk memberantas penyalahgunaan penerima manfaat BBM bersubsidi. Selama ini, sudah menjadi rahasia umum bahwa terdapat banyak praktik mafia BBM bersubsidi yang sangat merugikan negara dan rakyat.

"Merespon sejumlah persoalan tersebut, kami PMII Kabupaten Lampung Selatan bersikap satu, menolak secara tegas kebijakan kenaikan BBM bersubsidi. Dua, mendesak Pemerintah untuk secara serius dan sungguh-sungguh memberantas mafia BBM. Tiga, meminta DPRD Kabupaten Lampung Selatan untuk menyatakan sikap menolak kebijakan kenaikan BBM bersubsidi sebagai representatif masyarakat Lampung Selatan," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PC PMII Lamsel, Muhammad Yusuf Kurniawan mengatakan, dirinya akan berkonsolidasi dengan elemen pergerakan mahasiswa dan masyarakat Lamsel agar bisa bergerak mengutarakan aspirasi penolakan kenaikan harga BBM.

"Karena, bahan bakar minyak masuk kategori sumber primer yang ada ditengah-tengah kita hari ini. Ketika BBM itu naik maka secara tidak langsung bahan-bahan pokok yang ditengah-tengah kita juga akan naik. Maka dari itu, PMII memiliki sikap tegas sesuai dengan instruksi yang ada Pengurus Besar PMII secara tegas menolak kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut," singkatnya.

Editor : Heri Fulistiawan
Bagikan Artikel Ini