Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 11 Pelajar di Ketapang Dilarikan ke Puskesmas

Heri Fulistiawan
Salah satu siswa MI Syamsul Maarif Ketapang harus menjalani rawat inap di Puskesmas Ketapang usai menyantap Makan Bergizi Gratis di sekolahnya. Foto: Heri/iNews.id

LAMPUNG SELATAN, iNewsLamsel.id - Sebanyak 11 pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) Syamsul Ma’arif Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (16/9/2026).

Para siswa mengalami sejumlah keluhan, mulai dari mual, muntah, mulas hingga sakit perut. Mereka kemudian dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Desa Sripendowo, untuk mendapatkan penanganan medis.

Keluhan mulai dirasakan para pelajar sekitar pukul 10.30 WIB, setelah mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang 3.

Kepala MI Ma’arif Pematang Pasir, Khoiruddin, membenarkan adanya 11 siswa yang menjalani pemeriksaan di puskesmas.

"Awalnya mereka mual, mules dan sakit perut langsung dibawa ke Puskesmas Ketapang. Kami juga langsung lapor ke pihak MBG," kata Khoiruddin.

Menurutnya, jumlah siswa yang mengalami keluhan awalnya hanya empat orang. Namun, setelah beberapa siswa lainnya mengalami gejala serupa, pihak sekolah segera membawa mereka ke fasilitas kesehatan.

Setelah mendapat penanganan medis, kondisi 10 siswa berangsur membaik dan diperbolehkan pulang. Sementara satu siswa kelas IV, Eca Salima Salsabila, masih menjalani perawatan lanjutan.

"Alhamdulillah kondisinya sekarang sudah membaik, cuma satu siswa atas nama Eca Salima Salsabila pelajar kelas IV harus mendapat perawatan lanjutan," ujarnya.

Untuk mengungkap penyebab gangguan kesehatan tersebut, pihak sekolah menyerahkan sisa makanan yang dikonsumsi para siswa kepada Puskesmas Rawat Inap Ketapang untuk diperiksa.

Menu MBG yang dikonsumsi para siswa saat kejadian terdiri atas udang, tahu dan sawi.

"Udang, tahu, dan wortel menunya. Itu sudah kita setorkan ke Puskesmas," jelasnya.

Pihak sekolah menegaskan, peristiwa tersebut merupakan kejadian pertama sejak program MBG didistribusikan ke sekolah mereka.

Petugas dari SPPG Ketapang 3 juga disebut turut mendampingi para siswa saat dibawa ke puskesmas. Sedikitnya lima orang dari SPPG mengawal proses tersebut.

Meski demikian, hingga kini belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan gangguan kesehatan para siswa disebabkan oleh makanan MBG. Pemeriksaan medis terhadap siswa dan uji sampel makanan masih diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Hingga berita ini diterbitkan, saat didatangi ke SPPG Ketapang 3 Kepala SPPI Ketapang 3, Muhammad Syafrizal, tidak mau menemui awak media untuk memberikan tanggapan terkait kejadian tersebut. 

Peristiwa ini menjadi perhatian karena menyangkut keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Hasil pemeriksaan medis dan sampel makanan akan menjadi dasar untuk memastikan apakah keluhan para pelajar berkaitan dengan makanan yang mereka konsumsi atau disebabkan faktor lainnya.

Editor : Heri Fulistiawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network