Anggota DPRD Turun ke Katibung, Emak-Emak Kepung Minta Jalan 62 Tahun Segera Dibangun

Heri Fulistiawan
Anggota DPRD Lampung Selatan, Ismail saat meninjau jalan poros di Dusun Suka Negara dan Dusun Gunung Mas, Desa Tanjung Ratu, Katibung, Lampung Selatan. (Foto: Heri/iNews.id)

LAMPUNG SELATAN, iNewsLamsel.id - Kerusakan jalan poros di Dusun Suka Negara dan Dusun Gunung Mas, Desa Tanjung Ratu, kembali memantik sorotan. Setelah ramai diberitakan media, anggota DPRD Lampung Selatan, Ismail, turun langsung meninjau kondisi jalan yang selama puluhan tahun dikeluhkan warga.

Kedatangan legislator dari Komisi III itu langsung disambut puluhan ibu-ibu yang beramai-ramai mendesak pemerintah segera memperbaiki akses jalan di wilayah mereka. Emosi warga pecah setelah bertahun-tahun merasa hanya diberi janji tanpa realisasi pembangunan.

Di lokasi, Ismail melihat langsung kondisi jalan poros yang rusak parah. Jalan tanah yang menjadi akses utama warga tampak berlubang, licin dan berlumpur. Saat musim hujan tiba, kondisi jalan berubah menjadi kubangan dan rawan longsor sehingga aktivitas warga nyaris lumpuh.

Warga mengaku jalan tersebut sudah 62 tahun tidak pernah tersentuh pembangunan. Akibatnya, biaya angkut hasil bumi melonjak hingga 30 persen dibanding wilayah lain karena kendaraan sulit melintas.

“Kalau hujan kami susah lewat. Anak sekolah jatuh, hasil kebun juga mahal ongkos angkutnya,” ujar Misna Wati, salah seorang warga.

Kondisi itu membuat masyarakat semakin geram. Puluhan emak-emak bahkan mengepung Ismail dan meminta wakil rakyat lebih serius memperjuangkan pembangunan jalan yang selama ini hanya menjadi usulan rutin di Musrenbang.

Ismail mengaku prihatin melihat kondisi jalan di Kecamatan Katibung yang dinilai tertinggal dibanding wilayah lain di Lampung Selatan. Menurutnya, alokasi anggaran infrastruktur jalan tahun ini sangat tidak merata.

“Dari total anggaran jalan sekitar Rp170 miliar, Kecamatan Katibung hanya mendapat sekitar Rp2,5 miliar. Padahal tahun 2025 lalu bisa mencapai lebih dari Rp8 miliar,” katanya.

Anggota Badan Anggaran DPRD Lampung Selatan itu juga mengaku menanggung beban moral di hadapan masyarakat. Sebab, usulan pembangunan jalan yang berulang kali diajukan melalui Musrenbang disebut tidak pernah diakomodasi oleh Dinas PUPR Lampung Selatan.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah karena masih ada wilayah yang puluhan tahun belum menikmati jalan layak.

Kini warga Desa Tanjung Ratu hanya bisa berharap pemerintah tidak lagi menutup mata. Proposal demi proposal pembangunan jalan yang sudah puluhan kali diajukan diyakini masih menumpuk di meja pejabat tanpa kepastian realisasi.

Editor : Heri Fulistiawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network