Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Wirahadikusumah Kembali Maju, Perebutan Kursi Ketua PWI Lampung Mulai Memanas
Advertisement . Scroll to see content

Lampung Selatan Jadi Pusat Syiar, MTQ ke-53 Bawa Pesan Lebih dari Kompetisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 11:20 WIB
  • author Heri Fulistiawan
Lampung Selatan Jadi Pusat Syiar, MTQ ke-53 Bawa Pesan Lebih dari Kompetisi
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal bersama Bupati Lampung Selatan saat membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-53 tingkat Provinsi Lampung, di GOR Way Handak, Kalianda. Foto: Ist

LAMPUNG SELATAN, iNewsLamsel.id - Dentuman bedug menggema di GOR Way Handak, Kalianda, Minggu malam (25/10/2026). Di tengah kemeriahan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-53 tingkat Provinsi Lampung, terselip sebuah pesan yang lebih dalam dari sekadar perlombaan: Al-Qur’an tidak cukup hanya dilantunkan dengan merdu atau dihafalkan dengan sempurna, tetapi harus hidup dalam akhlak dan perilaku manusia.

Malam itu, Kabupaten Lampung Selatan menjadi pusat syiar Al-Qur’an di Provinsi Lampung. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal secara resmi membuka perhelatan keagamaan tersebut, menandai dimulainya rangkaian kompetisi yang berlangsung pada 26–31 Oktober 2026.

Mengusung tema Cahaya Al-Qur’an dari Beranda Sumatra, MTQ ke-53 bukan hanya mempertemukan para qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik dari berbagai kabupaten/kota. Lebih dari itu, ajang ini membawa harapan agar nilai-nilai Al-Qur’an semakin membumi di tengah kehidupan masyarakat.

Bagi Lampung Selatan, menjadi tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab. Daerah ini tidak hanya dituntut menyukseskan penyelenggaraan, tetapi juga menunjukkan bahwa kemajuan pembangunan harus berjalan seiring dengan penguatan moral dan spiritual masyarakat.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyambut kedatangan Gubernur Lampung beserta jajaran, para kepala daerah, dan seluruh kafilah yang datang dari berbagai penjuru provinsi.

“Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Lampung Selatan, saya mengucapkan selamat datang kepada Bapak Gubernur Lampung beserta Ibu, jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, para bupati dan wali kota, para pejabat, serta seluruh kafilah dan peserta MTQ dari berbagai penjuru Provinsi Lampung,” ujar Egi.

Di balik sambutan tersebut, Egi menekankan bahwa MTQ tidak semestinya berhenti sebagai agenda rutin yang meriah ketika dibuka dan dipadati peserta saat perlombaan berlangsung. Ia ingin kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat syiar Islam sekaligus menumbuhkan kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

“Kita ingin Lampung Selatan tidak hanya tumbuh sebagai daerah yang maju, tetapi juga menjadi daerah yang religius, bertumbuh dalam akhlak dan spiritualitas,” tegasnya.

Pernyataan itu menempatkan MTQ dalam makna yang lebih luas. Sebab, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur melalui infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, atau capaian administratif, tetapi juga dari karakter masyarakat, kepedulian sosial, dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai kebaikan.

Egi juga berharap kafilah Lampung Selatan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam setiap cabang perlombaan. Prestasi di tingkat provinsi diharapkan menjadi pintu menuju kompetisi nasional, sekaligus hasil dari pembinaan generasi Qurani yang berkelanjutan.

Namun, pesan yang disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal pada malam pembukaan memberikan penekanan yang lebih mendasar: ukuran kecintaan terhadap Al-Qur’an tidak berhenti pada suara yang merdu ataupun hafalan yang banyak.

Gubernur mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang bersedia menjadi tuan rumah MTQ ke-53. Menurutnya, penyelenggaraan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat kehidupan keagamaan dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

“Sekali lagi, kemuliaan seorang pencinta Al-Qur’an tidak berhenti pada indahnya bacaan atau banyaknya hafalan, tapi juga tercermin dalam akhlak dan amal perbuatannya,” tegas Gubernur Mirza.

Pesan itu menjadi inti dari perhelatan MTQ kali ini. Di tengah persaingan memperebutkan gelar juara, ada tujuan yang jauh lebih besar: menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bersikap, mengambil keputusan, membangun hubungan sosial, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Sebab, lantunan ayat suci yang menggema di arena perlombaan akan kehilangan sebagian maknanya jika tidak disertai perilaku yang mencerminkan ajarannya. Sebaliknya, nilai-nilai Al-Qur’an akan semakin terasa ketika hadir dalam kejujuran, amanah, keadilan, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.

Pembukaan MTQ ke-53 turut dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Zulkarnain, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Lampung Muhammad Firsada, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, serta para bupati dan wakil bupati se-Provinsi Lampung.

Selama enam hari pelaksanaan, Kalianda menjadi tempat bertemunya semangat kompetisi, persaudaraan, dan kecintaan terhadap kitab suci. Kafilah dari berbagai daerah membawa kemampuan terbaik sekaligus identitas daerah masing-masing dalam satu panggung syiar Islam.

Pada akhirnya, keberhasilan MTQ ke-53 tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang membawa pulang trofi terbanyak. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana semangat yang menyala di GOR Way Handak mampu menembus batas arena perlombaan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Lampung Selatan kini memikul harapan itu. Menjadi tuan rumah yang baik merupakan langkah awal, sedangkan menjaga agar cahaya Al-Qur’an terus menyala melalui pembinaan generasi muda, penguatan akhlak, dan pengamalan nilai-nilai keagamaan adalah pekerjaan yang jauh lebih panjang.

Dari Kalianda, pesan itu digaungkan: Al-Qur’an bukan sekadar untuk dilombakan, melainkan untuk dibaca, dipahami, diamalkan, dan dihidupkan dalam keseharian.

Editor: Heri Fulistiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut