3.255 Kecelakaan di Lampung, 464 Nyawa Melayang! Operasi Patuh Krakatau 2026 Dimulai
LAMPUNG SELATAN, iNewsLamsel.id - Angka kecelakaan lalu lintas di Provinsi Lampung masih menjadi alarm serius. Sepanjang Januari hingga September 2026, tercatat 3.255 kejadian kecelakaan yang merenggut 464 nyawa dan menyebabkan 1.444 orang mengalami luka berat.
Di tengah tingginya angka kecelakaan tersebut, Polda Lampung bersama seluruh Polres jajaran menggelar Operasi Patuh Krakatau 2026 selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi ini diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas penertiban, tetapi mampu menekan pelanggaran dan mencegah bertambahnya korban di jalan raya.
Di Kabupaten Lampung Selatan, operasi diawali dengan Apel Gelar Pasukan di Lapangan Mapolres Lampung Selatan, Senin (26/10/2026). Apel dipimpin Wakapolres Lampung Selatan Kompol Made Silpa Yudiawan, dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan Wahidin Amin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran terkait.
Penyematan pita operasi menandai dimulainya kegiatan sekaligus menjadi simbol kesiapan personel, sarana, dan prasarana untuk melaksanakan penertiban di lapangan.
Namun, besarnya angka kecelakaan di Lampung menunjukkan bahwa persoalan keselamatan berlalu lintas masih membutuhkan perhatian serius. Berdasarkan evaluasi Januari–September 2026, polisi juga mencatat 2.733 pelanggaran lalu lintas, dengan kendaraan roda dua mendominasi pelanggaran tersebut.
Wilayah hukum Polresta Bandar Lampung tercatat sebagai daerah dengan tingkat kerawanan kecelakaan tertinggi. Sementara itu, kelompok usia 15–19 tahun menjadi kelompok yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan lalu lintas.
Fakta ini menyoroti pentingnya pengawasan dan edukasi keselamatan berkendara bagi kalangan remaja, terutama pelajar sekolah menengah atas yang mulai aktif menggunakan kendaraan bermotor.
Dalam amanat Kapolda Lampung yang dibacakan Kompol Made Silpa Yudiawan, ditegaskan bahwa Operasi Patuh Krakatau 2026 bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat sekaligus mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
“Ketertiban berlalu lintas bukan hanya soal kepatuhan terhadap peraturan, tetapi juga menyangkut keselamatan nyawa manusia. Karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara,” demikian pesan Kapolda.
Kapolda juga menekankan pentingnya sosialisasi keselamatan berlalu lintas di lingkungan pendidikan, menyusul tingginya keterlibatan kelompok usia remaja dalam kecelakaan.
“Untuk itu, saya tekankan kepada seluruh jajaran agar meningkatkan sosialisasi keselamatan berlalu lintas, khususnya di sekolah menengah atas, mengingat tingginya angka kecelakaan pada kelompok usia remaja,” tegasnya.
Operasi Patuh Krakatau 2026 pun menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa keselamatan di jalan tidak cukup hanya mengandalkan penindakan polisi. Kepatuhan pengendara, kelayakan kendaraan, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta kesadaran mematuhi aturan harus berjalan beriringan.
Dengan ratusan korban meninggal dunia dalam sembilan bulan, tantangan terbesar bukan sekadar meningkatkan jumlah penindakan, melainkan memastikan operasi benar-benar berdampak terhadap perilaku pengendara dan angka kecelakaan.
Sebab, setiap pelanggaran yang diabaikan berpotensi membawa risiko bagi pengguna jalan lainnya. Di balik angka kecelakaan, ada nyawa yang hilang, keluarga yang kehilangan anggota keluarga, dan korban yang harus menjalani hidup dengan luka berat.
Operasi berlangsung selama dua pekan. Namun, keselamatan berlalu lintas seharusnya tidak berhenti ketika operasi berakhir.
Editor: Heri Fulistiawan