Proyek Tanggul Way Ketibung–Way Sulan Capai 60 Persen, Ditarget Rampung Tepat Waktu
LAMPUNG SELATAN, iNewsLamsel.id - Proyek rehabilitasi tanggul Sungai Way Ketibung hingga Way Sulan di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, terus dikebut. Hingga kini, progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 60 persen dan ditargetkan segera menembus 70 persen.
Pekerjaan tanggul yang menjadi salah satu infrastruktur penting bagi masyarakat ini terus berlangsung di sejumlah titik. Para pekerja masih terlihat beraktivitas di lapangan untuk mengejar target penyelesaian sesuai jadwal kontrak.
Kepala Divisi Humas Pusat PT Tirta Indo Karya, Tjakra Ardi Saputra, mengatakan pihak pelaksana berkomitmen menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dengan tetap mengutamakan kualitas.
"Progres pekerjaan sudah menembus angka 60 persen dan terus melaju menuju 70 persen. Seluruh tenaga dan pikiran kami curahkan agar proyek ini dapat rampung tepat waktu dengan kualitas terbaik," ujar Tjakra.
Menurutnya, pelaksana juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memantau perkembangan pekerjaan secara langsung.
Masyarakat dipersilakan melihat proses pembangunan maupun menyampaikan masukan dan pertanyaan selama proyek masih berlangsung.
"Kami selalu terbuka kepada masyarakat. Transparansi dan keterbukaan merupakan bagian dari tanggung jawab kami dalam mengelola dana negara untuk kepentingan rakyat," tegasnya.
Proyek rehabilitasi tanggul ini memiliki nilai kontrak Rp23.999.926.129 dan dibiayai melalui APBN Tahun Anggaran 2026.
Pekerjaan berada di bawah pengelolaan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR. Kontrak ditandatangani pada 17 Juni 2026 dengan nomor HK0201/Bbws5.10.2/2026/01, dengan masa pelaksanaan selama 180 hari kalender.
Sementara itu, pengawasan pekerjaan dilakukan PT Rayakonsult KSO PT Bina Buana Raya guna memastikan pelaksanaan memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan.
Rehabilitasi tanggul ini dinilai penting bagi masyarakat di sepanjang aliran Way Ketibung hingga Way Sulan. Selama ini, luapan sungai ketika musim hujan menjadi ancaman bagi permukiman warga dan lahan pertanian.
Banjir tidak hanya berpotensi merusak rumah dan tanaman warga, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat.
Karena itu, masyarakat berharap proyek yang saat ini terus dikebut tersebut benar-benar mampu memberikan perlindungan jangka panjang ketika memasuki musim penghujan.
Dengan progres yang kini mencapai 60 persen, pelaksana optimistis pembangunan dapat terus digenjot hingga mencapai target penyelesaian sesuai kontrak.
Jika rampung, tanggul diharapkan menjadi benteng perlindungan bagi permukiman dan lahan pertanian warga sekaligus mengurangi risiko banjir di wilayah Candipuro dan sekitarnya.
Proyek ini pun diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang kokoh, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan kawasan dari ancaman banjir.
Editor: Heri Fulistiawan