get app
inews
Aa Text
Read Next : Tiga Bulan Ditahan, Istri Kakek Mujiran Menanti Suami Pulang dan Bebas

Ketika Kreativitas Warga Mengubah Wajah Desa Tajimalela

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:19 WIB
header img
Gang-gang yang dahulu tampak biasa berubah menjadi lorong penuh cerita untuk pelaksaan Desa Helau, Lampung Selatan. Foto: Ist

LAMPUNG SELATAN, iNewsLamsel.id - Langkah kaki yang memasuki Desa Tajimalela, Kecamatan Kalianda, kini seolah disambut senyum warna-warni. Gang-gang yang dahulu tampak biasa berubah menjadi lorong penuh cerita. Dinding-dinding rumah dihiasi mural bermakna, sudut kampung dipenuhi sentuhan kreativitas, sementara tawa anak-anak kembali terdengar saat memainkan engklek, congklak, hingga dasdasan—permainan yang nyaris terlupakan oleh zaman.

Tak ada biaya besar yang menjadi kekuatan utama desa ini. Yang mengubah wajah Tajimalela justru sesuatu yang lebih sederhana, tetapi jauh lebih berharga: semangat gotong royong.

Perubahan itu membuat Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memberikan apresiasi tinggi saat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Erdyansyah, bersama Camat Kalianda Ruris Apdani meninjau langsung pelaksanaan Program Desa Helau, Rabu (1/7).

 

Di setiap sudut desa, terlihat jejak tangan-tangan warga yang bekerja tanpa mengenal lelah. Ada yang mengecat tembok, menggambar mural, membersihkan lingkungan, hingga menghidupkan kembali ruang bermain anak agar budaya lokal tetap tumbuh di tengah derasnya arus digital.

"Bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Dengan ide kreatif, kebersamaan, dan kemauan kuat, lingkungan sederhana bisa disulap menjadi tempat yang indah, nyaman, membanggakan, bahkan memiliki daya tarik tersendiri," ujar Erdyansyah.

Baginya, Desa Helau bukan sekadar menghadirkan kampung yang sedap dipandang mata. Lebih dari itu, program tersebut membangun keyakinan bahwa desa mampu berdiri sejajar, berkembang dengan identitasnya sendiri tanpa kehilangan akar budaya.

"Apa yang dilakukan Tajimalela harus menjadi penyemangat bagi desa-desa lain. Kalau mereka bisa, desa lain pun pasti bisa," katanya.

Harapan yang sama disampaikan Camat Kalianda, Ruris Apdani. Menurutnya, keberhasilan Tajimalela bukan diukur dari cat yang menempel di dinding, melainkan dari semangat masyarakat yang mau bergerak bersama demi masa depan kampungnya.

"Kebersamaan dan keberanian mencoba hal baru menjadi modal terbesar. Apa yang dibangun hari ini akan menjadi warisan yang dapat dinikmati anak cucu di masa depan," ujarnya.

Sementara itu, bagi Kepala Desa Tajimalela, Qomaruddin Akbar, perubahan ini adalah mimpi yang perlahan diwujudkan bersama seluruh warga.

"Bukan soal siapa yang paling hebat, tetapi bagaimana kami saling menguatkan. Kami ingin membuktikan bahwa dengan tangan sendiri, kami mampu mengubah wajah desa menjadi lebih indah dan bermartabat. Semoga apa yang kami lakukan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi," tuturnya.

Di Tajimalela, warna-warni dinding hanyalah permukaan. Di balik setiap sapuan kuas tersimpan harapan, di balik setiap mural ada kebersamaan, dan di balik setiap tawa anak-anak yang bermain permainan tradisional, tersimpan keyakinan bahwa kemajuan desa selalu dimulai dari hati warganya yang mau bergerak bersama.

 

Editor : Heri Fulistiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut