Tekan Inflasi, Pemkab Lampung Utara Gelar Pasar Murah di Sejumlah Pasar Tradisional
KOTABUMI, iNewsLamsel.id - Pemerintah Kabupaten Lampung Utara mulai bergerak menahan laju inflasi dengan menggelar Program Penetrasi Pasar di sejumlah pasar tradisional sepanjang Juni 2026. Program yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari pasaran ini disambut antusias warga karena dinilai mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga.
Kegiatan perdana digelar di Terminal Pasar Pagi Kotabumi, Rabu (10/6/2026), dan menjadi bagian dari program serentak yang berlangsung di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.
Selanjutnya, penetrasi pasar akan menyasar sejumlah titik lainnya seperti Pasar Sentral Kotabumi, Pasar Prokimal, Pasar Madukoro, Pasar Kamis Negara Ratu, hingga Pasar Bukit Kemuning.
Dalam program tersebut, pemerintah menjual berbagai komoditas pokok dengan harga di bawah pasar. Minyak goreng kemasan satu liter yang biasanya dijual sekitar Rp21 ribu ditawarkan hanya Rp15.500. Gula pasir dijual Rp17.500 per kilogram dari harga pasar Rp18 ribu, sementara beras SPHP kemasan lima kilogram dipasarkan Rp58 ribu atau lebih murah dibanding harga umum Rp60 ribu.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung Utara, Hendri, mengatakan program penetrasi pasar merupakan salah satu strategi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok di tengah fluktuasi harga pangan.
Menurutnya, kegiatan tersebut akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki akses terhadap bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kami mengimbau masyarakat membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar seluruh warga bisa merasakan manfaat program ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Lampung Utara, Frans Tanada, menjelaskan pada pelaksanaan hari pertama pemerintah menyiapkan 33 dus minyak goreng, 50 karung beras, serta dua dus gula pasir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Program ini juga mendapat dukungan dari Perum Bulog yang berperan sebagai pemasok utama sejumlah komoditas pangan strategis. Keterlibatan Bulog dinilai penting dalam menjaga ketersediaan stok sekaligus membantu pemerintah mengendalikan gejolak harga di pasaran.
Bagi warga, kehadiran penetrasi pasar menjadi angin segar di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga. Ela, salah seorang pengunjung, mengaku sangat terbantu karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga yang berlaku di pasaran.
“Kalau kegiatan seperti ini sering diadakan tentu sangat membantu, terutama bagi ibu rumah tangga. Selisih harganya cukup terasa,” ungkapnya.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, inflasi dapat dikendalikan, dan daya beli masyarakat tidak tergerus oleh kenaikan harga kebutuhan pokok.
Editor : Heri Fulistiawan