Tekan Konflik Berdarah! Pembatas Gajah di Way Kambas Akhirnya Dibangun
LAMPUNG TIMUR - Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia, Raja Juli Antoni mengunjungi Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Kamis (26/3/2026).
Kedatangan Menhut Raja Juli beserta rombongan tersebut guna melakukan soft launching pembangunan pagar pembatas (barrier) TNWK senilai Rp 839 miliar.
Raja Juli mengatakan, barrier atau pembatas di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) sepanjang 138 kilometer tersebut akan segera dibangun.
"Ini adalah amanah yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membangun pembatas sepanjang 138 kilometer di Taman Nasional Way Kambas. Dan pembangunan pembatas ini segera dimulai hari ini karena kita sudah melakukan soft launching," ujar Raja Juli Antoni.
Raja Juli menyebutkan, pembangunan pembatas ini dilakukan atas adanya aspirasi masyarakat lantaran interaksi negatif dengan satwa liar telah terjadi berulang sejak puluhan tahun.
"Tadi saya tanya kepada masyarakat, interaksi negatif dengan satwa telah terjadi sejak 1983 dan belum ada penyelesaian secara konkrit, dan hari ini kita mulai suatu amanah dan pekerjaan besar untuk menghindari secara maksimal konflik dengan gajah yang terakhir kali mengakibatkan ada korban jiwa," tuturnya.
Menurut Raja Juli, selain korban jiwa, banyak juga kerugian berupa rusaknya lahan pertanian masyarakat akibat interaksi negatif dengan satwa liar.
"Dengan pembatas ini, masyarakat, satwa liar seperti gajah bisa hidup berdampingan dan ini harus kita lakukan bersama-sama agar masyarakat sejahtera satwa pun sejahtera," ungkapnya.
Kepala Kelompok Staf Ahli Pangdam XXI Brigjen Ariyanto menambahkan, ada tiga jenis konstruksi barrier yang akan dibangun di TNWK, diantaranya konstruksi pipa baja dan konstruksi dengan high beam.
"Untuk konstruksi kita ada beberapa jenis, untuk konstruksi pipa baja seperti ini, diameter yang utama delapan inch, dan sampingnya enam inch, sudah kita coba. Dengan beban 8,6 ton itu masih masih kuat, padahal yang kita butuhkan cuma 5 ton (5000 kilogram)," jelasnya.
Dia melanjutkan, konstruksi yang lain ada yang menggunakan high beam untuk memecah daya atau kekuatan saat gajah hendak melewati.
"Setelah dilakukan beberapa studi di negara lain cara ini lebih efektif dan efisien. Sebab kalau hanya satu tali gajah bisa lewat diantaranya," pungkas dia.
Editor : Heri Fulistiawan