LAMPUNG SELATAN, iNewsLamsel.id - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kembali menuai sorotan. Setelah sejumlah bangunan serupa di berbagai daerah menjadi perbincangan karena berdiri di lokasi yang dinilai tidak strategis, kini giliran Kopdes Merah Putih di Desa Bakti Rasa, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, yang memantik tanda tanya publik.
Bangunan koperasi yang disebut menelan anggaran sekitar Rp1,6 miliar itu berdiri megah di tengah kawasan perkebunan dan menghadap langsung ke hamparan persawahan. Alih-alih berada di pusat aktivitas masyarakat atau jalur ekonomi desa, lokasi KDMP tersebut justru diapit kebun pisang, lahan jagung, serta areal persawahan yang luas.
Pantauan di lokasi, Kamis (16/7/2026), akses menuju bangunan juga belum sepenuhnya mendukung aktivitas perdagangan. Pengunjung harus melewati jalan tanah berbatu sebelum tiba di gedung bercorak modern tersebut.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penempatan fasilitas yang digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus pesaing ritel modern.
Jika minimarket umumnya dibangun di kawasan padat penduduk dengan akses yang mudah, KDMP di Desa Bakti Rasa justru berdiri jauh dari keramaian. Pemandangan sawah dan perkebunan mendominasi area sekitar bangunan, sehingga memunculkan keraguan mengenai potensi lalu lintas konsumen.
Fenomena ini menambah daftar KDMP yang menjadi perhatian publik. Sebelumnya, bangunan serupa di Blora dan salah satu wilayah di Sulawesi juga ramai diperbincangkan karena berdiri di lokasi yang dinilai terpencil.
Seorang warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku heran dengan pemilihan lokasi tersebut.
"Kalau dibilang buat bersaing dengan minimarket modern ya bingung juga. Siapa yang mau belanja ke tengah kebun? Saya kalau urusan dapur masih lebih percaya toko rumahan, harganya lebih masuk akal dan dekat rumah," ujarnya.
Meski demikian, ia mencoba melihat sisi positif keberadaan bangunan tersebut.
"Kalau dipikir-pikir, mungkin memang untuk membantu petani. Jadi kalau lagi kerja di kebun terus haus atau lapar, tinggal mampir ke KDMP, tidak perlu jauh ke kampung," katanya sambil tersenyum.
Sementara itu, Komandan Koramil 421-08/Palas, Kapten Inf. Ujang, yang wilayah kerjanya meliputi Kecamatan Palas dan Sragi, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat maupun mendatangi markas Koramil hingga berita ini diterbitkan belum membuahkan respons.
Keberadaan KDMP di tengah kawasan perkebunan kini menjadi perhatian masyarakat. Di tengah besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa, publik menilai penentuan lokasi menjadi faktor penting agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat dan tidak sekadar menghadirkan bangunan megah yang minim aktivitas.
Editor : Heri Fulistiawan
Artikel Terkait
