KOTABUMI, iNewsLamsel.id - Liburnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah mulai berdampak terhadap pergerakan harga bahan pokok di Pasar Sentral Kotabumi, Lampung Utara. Berkurangnya penyerapan bahan pangan oleh dapur MBG membuat harga ayam potong, telur, hingga sejumlah sayuran mengalami penurunan, sementara aktivitas jual beli di pasar ikut lesu.
Pantauan di Pasar Sentral Kotabumi, Jumat (3/7/2026), harga ayam potong kini hanya berkisar Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram. Harga tersebut turun drastis dibandingkan sebelumnya yang sempat menyentuh Rp28.000 per kilogram.
Pedagang ayam, Kusen (44), mengatakan turunnya harga dipicu menurunnya permintaan setelah dapur MBG menghentikan operasional sementara selama libur sekolah. Di sisi lain, pasokan ayam dari peternak masih melimpah.
"Kalau stok banyak sementara pembeli berkurang, otomatis harga turun. Salah satu penyebabnya karena MBG sedang libur," ujarnya.
Penurunan harga juga terjadi pada telur ayam. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp30.000 per kilogram, kini harganya turun menjadi Rp24.000 per kilogram.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada komoditas cabai dan bawang yang masih mengalami fluktuasi akibat dipengaruhi pasokan dari daerah penghasil. Saat ini cabai rawit dijual sekitar Rp38.000 per kilogram, cabai merah besar Rp40.000 per kilogram, sedangkan bawang merah dan bawang putih berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Sementara itu, harga sayuran hijau justru ikut terkoreksi. Bayam yang sebelumnya dijual Rp5.000 per ikat kini turun menjadi sekitar Rp2.500 per ikat. Harga kangkung juga mengalami penurunan.
Pedagang sayur, Jum (50), mengatakan berhentinya sementara program MBG memang berdampak terhadap permintaan bahan pangan di pasar.
"MBG libur memang berpengaruh terhadap permintaan. Tapi harga sayuran tetap bisa berubah setiap hari, tergantung pasokan dan pembeli," katanya.
Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Saroh (56). Menurutnya, kondisi pasar yang sepi membuat harga berbagai komoditas sulit bertahan.
"Harga sekarang memang naik turun, tidak bisa diprediksi. Apalagi pembeli sedang sepi," ujarnya.
Di tengah penurunan sejumlah komoditas, harga minyak goreng masih relatif stabil di kisaran Rp22.000 hingga Rp23.000 per liter.
Fenomena ini sejalan dengan temuan pemerintah pusat. Menteri Perdagangan sebelumnya menyebut penghentian sementara operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama libur sekolah ikut menurunkan permintaan sejumlah bahan pangan di berbagai daerah.
Meski demikian, para pedagang menilai pasokan barang dan daya beli masyarakat tetap menjadi faktor utama yang menentukan naik turunnya harga di pasar tradisional. Dengan aktivitas MBG yang diperkirakan kembali berjalan setelah libur sekolah berakhir, mereka berharap permintaan kembali meningkat sehingga harga komoditas pangan menjadi lebih stabil.
Editor : Heri Fulistiawan
Artikel Terkait
