Polusi Diduga dari Pabrik Jagung, Warga Taman Sari Alami Gatal Massal Selama Setahun

Heri Fulistiawan
Perusahaan Pabrik jagung PT Agro Utama Indonesia. (Foto: Heri/MNC Portal)

LAMPUNG SELATAN, iNewsLamsel.id -Warga Desa Taman Sari, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, mengaku hidup dalam kepungan polusi udara selama lebih dari satu tahun terakhir. 

halus dan limbah kulit ari jagung diduga berasal dari aktivitas pabrik pengolahan jagung milik PT Agro Utama Indonesia, yang setiap hari beterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga.

Kondisi ini tak hanya membuat lingkungan kotor, tetapi juga memicu gangguan kesehatan yang kian meluas. Warga menyebut, penyakit gatal-gatal kini menyerang berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

 
Salah satu warga bernama Saerah mengeluh dirinya setiap hari, sejak pagi hingga malam, debu tipis berwarna keabu-abuan terlihat menempel di lantai, perabotan rumahnya, hingga pakaian. Ia bahkan mengaku harus menyapu rumah hingga puluhan kali dalam sehari.

“Kalau pagi baru disapu, siang sudah kotor lagi. Debunya halus sekali, masuk sampai ke dalam rumah. Kami capek, tapi mau bagaimana lagi, "keluhnya saat ditemui di kediamannya, Kamis(23/4/2026). 

Tak hanya persoalan kebersihan, dampak kesehatan menjadi keluhan paling serius. Warga bernama Murod mengalami gatal hebat di kulit yang tak kunjung sembuh. Untuk meredakan rasa gatal, sebagian warga terpaksa menggunakan bedak yang mengandung asam salisilat secara rutin.

"Anak-anak sampai garuk-garuk terus. Badan panas, merah. Sudah coba berobat, tapi kalau debunya masih ada ya kambuh lagi, " ujarnya sambil mengeluh akibat gatal-gatal. 

Dugaan sementara, polusi ini berasal dari kebocoran filter cerobong pabrik yang tidak berfungsi optimal. Informasi tersebut beredar di kalangan warga, namun hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak perusahaan.

Keluhan warga sebenarnya telah disampaikan kepada pihak manajemen PT Agro Utama Indonesia sejak satu tahun lalu. Namun, hingga kini belum ada tindakan nyata yang dirasakan masyarakat.

Saat dikonfirmasi, pihak manajemen perusahaan tidak dapat ditemui. Informasi yang diperoleh menyebutkan, pihak terkait sedang berada di luar kota.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga akan potensi meluasnya dampak kesehatan. Mereka mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan pencemaran udara tersebut.

Jika tidak segera ditangani, warga khawatir apa yang mereka alami hari ini bukan sekadar gangguan biasa, melainkan awal dari wabah yang lebih besar.

Editor : Heri Fulistiawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network