Jalan Sekolah Rakyat Kalianda Mulai Dibangun, Kualitas Konstruksi Jadi Sorotan
LAMPUNG SELATAN, iNewsLamsel.id - Pembangunan akses jalan menuju Sekolah Rakyat di kawasan Exit Tol Kalianda, Desa Canggu, Kecamatan Kalianda, mulai dikerjakan. Namun, proyek ini tak sekadar mengejar tersedianya akses menuju kawasan pendidikan. Kualitas konstruksi, desain drainase, hingga keselamatan lalu lintas turut menjadi perhatian Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama.
Saat meninjau progres pembangunan, Egi mencermati sejumlah detail teknis, termasuk konstruksi jalan dan desain gorong-gorong. Ia menginginkan infrastruktur yang dibangun tidak hanya berfungsi, tetapi juga memiliki kualitas dan perencanaan yang matang.
Egi bahkan mendorong agar desain infrastruktur dari sejumlah kawasan pengembangan, seperti BSD dan proyek Ciputra, dijadikan referensi untuk menyempurnakan pembangunan di Lampung Selatan, sepanjang sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.
“Coba lihat desain seperti jembatan dan gorong-gorong di kawasan BSD maupun proyek yang dikembangkan Ciputra. Itu bagus-bagus, kita adopsi. Kalau tidak ada ketentuan yang baku, harusnya bisa kita adopsi,” kata Egi.
Perhatian terhadap detail konstruksi ini menjadi penting karena akses jalan merupakan salah satu infrastruktur penunjang fasilitas pendidikan yang dirancang menampung ribuan orang. Kesalahan perencanaan, terutama pada sistem drainase dan keselamatan jalan, berpotensi menimbulkan persoalan ketika kawasan mulai beroperasi.
Selain konstruksi dan gorong-gorong, Egi juga menyoroti kebutuhan rambu lalu lintas, termasuk rambu berhenti (stop), guna mendukung keamanan dan kelancaran kendaraan yang keluar-masuk kawasan sekolah.
Jalan yang dibangun memiliki panjang 215 meter dan lebar 15 meter, dengan lebar perkerasan eksisting sekitar delapan meter. Konstruksinya menggunakan beton, dilengkapi tujuh titik lampu penerangan, penanaman 40 pohon tabebuya, serta satu unit gorong-gorong untuk mendukung kelancaran drainase.
Meski demikian, kualitas pembangunan nantinya tidak cukup dinilai dari spesifikasi dan tampilan fisik semata. Daya tahan konstruksi, efektivitas drainase, serta keamanan akses ketika aktivitas sekolah berlangsung juga menjadi faktor penting yang menentukan manfaat infrastruktur tersebut.
Di balik pembangunan akses jalan itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tengah menyiapkan Sekolah Rakyat sebagai program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sekolah ini dirancang menggunakan sistem asrama (boarding school) dengan kapasitas sekitar 2.500 orang, termasuk peserta didik dan tenaga pendukung.
Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan Puji Sukamto mengatakan, pencanangan pembangunan Sekolah Rakyat direncanakan dilakukan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia.
Jika tidak ada perubahan jadwal, pembangunan sekolah ditargetkan mulai pada akhir Desember 2026. Sementara penerimaan sekitar 2.500 orang, termasuk guru dan wali asuh, ditargetkan berlangsung pada Juli mendatang.
“Kalau tidak ada perubahan, pembangunan dimulai akhir Desember. Pada Juli mendatang, sekolah ditargetkan sudah menerima sekitar 2.500 orang, termasuk guru dan wali asuh,” ujar Puji.
Menurutnya, sasaran penerima manfaat program ini meliputi anak-anak dari keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) serta masyarakat yang masuk kelompok desil 1 dan 2 berdasarkan data kesejahteraan sosial.
Penentuan penerima manfaat tetap harus mengacu pada kriteria yang berlaku. Anak-anak yang putus sekolah dan ingin mengikuti program tersebut juga perlu dipastikan memenuhi persyaratan agar bantuan pendidikan tepat sasaran.
Kehadiran Sekolah Rakyat di Lampung Selatan diharapkan menjadi jalan keluar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Sistem asrama juga dirancang untuk menyediakan lingkungan belajar sekaligus pendampingan bagi peserta didik.
Namun, keberhasilan program ini tidak cukup diukur dari rampungnya jalan beton atau berdirinya bangunan sekolah. Ketepatan sasaran penerima manfaat, kesiapan tenaga pendidik dan pendamping, serta kelengkapan fasilitas pendukung akan menentukan sejauh mana program tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, pembangunan akses jalan perlu berjalan seiring dengan kesiapan keseluruhan fasilitas pendidikan. Infrastruktur yang berkualitas harus menjadi fondasi bagi layanan pendidikan yang aman, layak, dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap Sekolah Rakyat segera terealisasi sesuai jadwal dan mampu memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak yang membutuhkan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Editor: Heri Fulistiawan