Viral Bentrokan TNI dan Pemuda di Bendungan Way Rarem, Delapan Remaja Luka, Konflik Berakhir Damai
KOTABUMI, iNewsLamsel.id - Video keributan yang melibatkan sejumlah anggota TNI dan pemuda Desa Pekurun, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, viral di media sosial. Rekaman yang memperlihatkan aksi saling pukul dan kejar-kejaran di kawasan Bendungan Way Rarem itu memicu perhatian publik setelah beredar luas di berbagai platform digital.
Insiden yang terjadi pada Kamis (4/6/2026) tersebut mengakibatkan delapan remaja warga Desa Pekurun mengalami luka ringan di bagian kepala. Para korban langsung mendapatkan penanganan medis di RSUD Ryacudu Kotabumi guna memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terpantau.
Meski sempat memicu ketegangan, konflik yang diduga dipicu kesalahpahaman itu berhasil diselesaikan hanya dalam hitungan jam. Pemerintah Kabupaten Lampung Utara bersama jajaran TNI bergerak cepat melakukan mediasi guna mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis bersama Dandim 0412/Lampung Utara Letkol Roni Faturohman turun langsung memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak pada Kamis malam. Langkah cepat tersebut dinilai efektif meredam berbagai spekulasi yang berkembang di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah personel TNI saat itu berada di kawasan Bendungan Way Rarem dalam rangka persiapan penguatan satuan Brigade Infanteri yang akan bertugas di wilayah tersebut. Selain itu, mereka juga melaksanakan kegiatan pembersihan tanaman eceng gondok di area bendungan.
Peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WIB ketika seorang pemuda melintas menggunakan sepeda motor dengan suara knalpot yang cukup nyaring. Teguran dari personel yang berada di lokasi diduga memicu kesalahpahaman hingga berujung perselisihan fisik.
Menyadari situasi berpotensi meluas, pemerintah daerah bersama jajaran TNI, Forkopimda, tokoh masyarakat, perangkat desa, keluarga korban, dan perwakilan kedua belah pihak segera membuka ruang dialog.
Mediasi berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menghasilkan sejumlah kesepakatan penting. Seluruh pihak sepakat mengedepankan penyelesaian damai, menahan diri, serta menghindari tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.
Selain itu, terdapat komitmen bersama untuk mengawal proses pengobatan para pemuda yang mengalami luka serta menyelesaikan persoalan melalui mekanisme musyawarah adat dan kekeluargaan.
Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis menegaskan bahwa menjaga keamanan dan kondusivitas daerah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, setiap persoalan harus diselesaikan melalui dialog dan musyawarah, bukan dengan tindakan yang berpotensi memicu konflik berkepanjangan.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Pekurun, Hanafi bergelar Tuan Suttan Rajo Pengeran, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. Menurut dia, Bendungan Way Rarem selama ini menjadi ruang publik yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas dan berkumpul bersama keluarga.
"Kalau ada hal yang dianggap kurang tepat dari masyarakat, sebaiknya diselesaikan dengan pendekatan dialog dan pembinaan, bukan tindakan yang berujung pada kekerasan," ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Pasca mediasi, situasi di Desa Pekurun dilaporkan kembali kondusif. Kesepakatan damai yang dicapai menjadi bukti bahwa musyawarah masih menjadi jalan terbaik dalam menyelesaikan persoalan dan menjaga hubungan harmonis antara masyarakat dengan aparat.
Warga berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi sehingga Bendungan Way Rarem tetap menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan menjadi simbol kebersamaan masyarakat Lampung Utara.
Editor : Heri Fulistiawan