Bupati Lampung Selatan Resmikan Jalan Viral “Kolam Lele”, Warga Soroti Retakan
LAMPUNG SELATAN, iNewsLamsel.id -Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama meresmikan ruas jalan Bumidaya–Bumirestu–Trimomukti di Kecamatan Palas, Selasa (21/4/2026).
Jalan tersebut sebelumnya sempat viral pada April 2025 setelah warga memprotes kondisi berlubang dengan menebar ikan di genangan air hingga menyerupai kolam.
Usai viral, Egi sempat mendatangi lokasi dan ikut memancing bersama warga. Ia pun berjanji akan memperbaiki jalan tersebut. Kini, ruas sepanjang kurang lebih 8 kilometer itu telah dibangun ulang menggunakan konstruksi rabat beton dengan lebar 4 meter.
Dalam peresmian, Egi bahkan menyinggung momen viral tersebut dengan nada santai.

“Ya alhamdulillah tadi sebenarnya saya mau bawa alat pancing di sini, cuma ternyata kolamnya sudah tidak ada. Jadi nggak laku lagi alat pancing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan jalan tersebut menghabiskan anggaran APBD Tahun 2025 sebesar Rp12,655 miliar. Menurutnya, infrastruktur ini diharapkan mampu menunjang aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Palas dan sekitarnya.
“Kemarin itu kita habis kurang lebih Rp12 miliar 655 juta dengan panjang ruas kurang lebih 8 kilometer. Harapannya tentu ini bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif dan produktif bagi masyarakat,” katanya.
Egi juga mengingatkan pentingnya perawatan dan pengawasan agar jalan tidak cepat rusak. Ia menyebut proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan selama enam bulan.
“Masih ada enam bulan untuk bisa ada perbaikan dari Pak Kadis PU,” ujarnya.
Untuk mencegah kerusakan akibat kendaraan bertonase besar, pemerintah kecamatan dan desa berinisiatif membangun gapura di akses jalan. Langkah ini diharapkan dapat membatasi kendaraan berat seperti truk fuso.
“Karena kita juga agar ada estetikanya, sehingga itu harapannya bisa mengurangi atau bahkan menahan fuso untuk tidak bisa lewat jalan itu,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui penerapan aturan di lapangan kerap tidak berjalan sesuai ketentuan. Pemerintah daerah juga membuka kemungkinan pengalokasian anggaran lanjutan apabila dibutuhkan.
Di sisi lain, warga mengaku belum sepenuhnya puas dengan kondisi jalan yang baru dibangun tersebut. Sejumlah titik disebut sudah mengalami retak meski belum lama digunakan.
“Ya, kalau komentar kita sih, masa jalan baru beberapa bulan, intinya pemakaian aja belum begitu puas sudah pada retak. Intinya masyarakat begitu kecewa,” kata Wawan.
Ia menambahkan, masyarakat sudah lama menginginkan jalan yang layak. Namun, munculnya retakan dini menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas dan ketahanan jalan tersebut.
“Keinginannya sendiri kita ya bagaimana caranya itu diperbaiki apa bagaimanalah,” ujarnya.
Editor : Heri Fulistiawan