Berburu Ayam Hutan, Warga Kotabumi Selatan Ditemukan Tewas di Kebun Sawit
KOTABUMI, iNewsLamsel.id - Niat mencari dan memikat ayam hutan berakhir tragis bagi Toni (58), warga Jalur 2 Tanjung Alam, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan. Pria tersebut ditemukan meninggal dunia di tengah kebun sawit kawasan Curup Guruh Kagungan setelah seharian dinyatakan hilang dan dicari keluarga bersama warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berpamitan kepada keluarga untuk mencari ayam hutan pada pagi hari. Sekitar pukul 05.00 WIB, Toni berangkat dari rumah menuju kawasan Curup Guruh Kagungan.
Sebelum tiba di lokasi tujuan, korban sempat singgah di rumah rekannya, Junaidi, sekitar pukul 06.00 WIB. Dalam pertemuan singkat itu, Toni menanyakan lokasi yang banyak terdapat ayam hutan untuk dijadikan tempat memikat. Setelah berbincang sekitar 10 menit, korban melanjutkan perjalanan seorang diri.
Kekhawatiran keluarga mulai muncul saat korban tak kunjung pulang. Sekitar pukul 10.00 WIB, anak korban, Melisa, berulang kali mencoba menghubungi telepon seluler milik ayahnya. Namun panggilan tersebut tidak mendapat respons.
Merasa ada yang tidak beres, keluarga kemudian melakukan pencarian dengan mendatangi sejumlah kerabat dan rekan korban. Upaya pencarian pun melibatkan masyarakat setempat dan berlangsung hingga malam hari.
Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 20.00 WIB di tengah kebun sawit dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Kristofel, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, korban ditemukan setelah keluarga dan warga melakukan pencarian sejak pagi.
"Awalnya pihak keluarga mencari sejak pukul 10.00 WIB. Korban ditelepon namun tidak ada yang mengangkat. Keluarga bersama masyarakat kemudian melakukan pencarian. Korban ditemukan sekitar pukul 20.00 WIB di kebun sawit dalam keadaan sudah meninggal dunia," ujarnya.
Jenazah kemudian dievakuasi ke RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi untuk menjalani pemeriksaan medis.
Dari hasil visum luar yang dilakukan dokter, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Untuk hasil visum luar dari dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," kata Ivan.
Polisi juga mengungkap bahwa korban sempat mengeluhkan nyeri pada bagian dada dua hari setelah Hari Raya Iduladha. Berdasarkan keterangan keluarga dan hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal akibat serangan jantung.
"Jadi kemungkinan besar karena serangan jantung," ujarnya.
Sementara luka yang ditemukan pada bagian wajah korban diduga terjadi akibat benturan saat terjatuh. Polisi memastikan luka tersebut bukan akibat tindak kekerasan.
"Gigi korban kondisinya sudah kropos. Saat terjatuh, gigi mengenai bibir sehingga menyebabkan luka pada bagian bibir," jelasnya.
AKP Ivan Roland juga memastikan tidak ada barang berharga milik korban yang hilang. Telepon seluler, sepeda motor, dan dompet korban masih ditemukan di lokasi.
"Handphone, sepeda motor, dan dompet korban masih ada. Tidak ada barang yang hilang," tegasnya.
Setelah proses visum selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Pencarian ayam hutan yang dilakukan Toni pada pagi hari berakhir menjadi perjalanan terakhirnya.
Editor : Heri Fulistiawan