get app
inews
Aa Text
Read Next : Tekan Inflasi, Pemkab Lampung Utara Gelar Pasar Murah di Sejumlah Pasar Tradisional

Sampah Menggunung di Kotabumi, SPBU Turunkan Alat Berat Bantu DLH

Senin, 25 Mei 2026 | 17:54 WIB
header img
Alat berat sedang memuat sampah yang menumpuk kedalam truk di Lampung Utara. (Foto: iNews.id)

KOTABUMI - Persoalan sampah yang sempat meluber hingga ke badan jalan di sejumlah titik di Kotabumi ternyata belum sepenuhnya selesai. Di tengah keterbatasan armada pengangkut milik pemerintah daerah, bantuan justru datang dari sektor swasta. Sebuah SPBU di Kotabumi Selatan turun tangan mengerahkan alat berat dan armada angkut untuk membantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Utara membersihkan tumpukan sampah.

Langkah itu dilakukan SPBU 24.345.135 di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan lingkungan yang belakangan memicu keluhan masyarakat.

Kolaborasi tersebut menjadi tindak lanjut setelah penumpukan sampah liar di kawasan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kotabumi Ilir sempat menjadi sorotan. Bau menyengat dan sampah yang meluber hingga ke badan jalan membuat kondisi lingkungan dinilai semakin mengkhawatirkan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Lampung Utara, Ferry Wijaya, mengatakan percepatan penanganan dilakukan dengan mengerahkan alat berat untuk mengatasi lonjakan volume sampah yang meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir.

“Penanganan manual sudah tidak mampu mengejar volume sampah yang meningkat. Sementara armada pengangkut terbatas dan antrean di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) cukup panjang. Karena itu kami lakukan langkah darurat agar proses evakuasi lebih cepat,” ujar Ferry, Senin (25/5/2026).

Menurut Ferry, bantuan dari pihak SPBU menjadi tambahan tenaga yang sangat membantu di tengah keterbatasan fasilitas pengangkutan milik pemerintah daerah.

Sedikitnya empat unit dump truck, satu unit ekskavator, dan satu unit shovel loader diterjunkan untuk mempercepat proses pembersihan sampah di sejumlah titik rawan.

“Hari ini fokus pembersihan dilakukan di empat titik, yakni Jalan KS Tubun belakang Islamic Center Kotabumi, Sindang Sari, depan Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO), dan dekat SD di wilayah Sindang Sari,” jelasnya.

DLH mengakui persoalan armada masih menjadi hambatan utama dalam pelayanan persampahan di wilayah Kotabumi, Kotabumi Selatan hingga Abung Selatan. Saat ini penanganan sampah hanya ditopang sekitar 10 unit dump truck dan arm roll, sementara sebagian armada kerap mengalami gangguan teknis.

“Kadang armada terkendala peralatan. Kalau tenaga angkut sebelumnya memang sempat terbatas, sekarang sudah dibantu tenaga outsourcing,” ungkap Ferry.

Di tengah kondisi itu, keterlibatan sektor swasta dinilai menjadi contoh nyata bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata.

Perwakilan SPBU 24.345.135 Kotabumi, Fadli, mengatakan pihaknya bergerak karena melihat kondisi lingkungan yang membutuhkan penanganan cepat agar tidak semakin mengganggu masyarakat.

“Kami ingin ikut ambil bagian. Ini bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kalau persoalan sampah dibiarkan terlalu lama, dampaknya bisa ke kenyamanan masyarakat, kesehatan, bahkan aktivitas ekonomi,” ujarnya.

Fadli berharap langkah kolaboratif seperti ini dapat mendorong lebih banyak perusahaan di Lampung Utara ikut berkontribusi terhadap persoalan sosial dan lingkungan di wilayahnya.

Meski penanganan darurat terus dilakukan, DLH mengingatkan bahwa akar persoalan sampah tidak hanya terletak pada keterbatasan armada dan alat berat. Perilaku masyarakat disebut masih menjadi faktor utama yang menyebabkan tumpukan sampah cepat kembali muncul.

Penumpukan di TPS kerap diperparah oleh kebiasaan membuang sampah sembarangan, membuang di luar jadwal pengangkutan, hingga munculnya titik-titik pembuangan liar baru.

Karena itu, DLH mengajak masyarakat mulai disiplin memilah sampah rumah tangga dan membuang sampah sesuai tempat serta jadwal yang telah ditentukan.

“Ayo sama-sama tangani persoalan ini. Jangan membuang sampah sembarangan. Lingkungan bersih bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” tegas Ferry.

Sebelumnya, Pemkab Lampung Utara sempat menerjunkan alat berat jenis shovel ke TPS Kotabumi Ilir setelah tumpukan sampah meluber hingga ke Jalan Raya Abung Timur pada Sabtu (23/5/2026).

Langkah darurat dilakukan karena penanganan manual dinilai tak lagi sebanding dengan lonjakan volume sampah.

Kini, masuknya bantuan perusahaan swasta menjadi penanda bahwa persoalan sampah membutuhkan gotong royong lintas sektor. Sebab tanpa perubahan perilaku masyarakat dan dukungan berbagai pihak, gunungan sampah hanya akan berpindah tempat, bukan benar-benar selesai.

Editor : Heri Fulistiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut