get app
inews
Aa Text
Read Next : Kapolsek Cup Bumi Waras Jadi Panggung Talenta Muda, Anak-anak Diajak Tinggalkan Gadget dan Tawuran

Jurnalis Dibungkam di Laut Gaza, IJTI Lampung Murka: Mereka Bawa Obat, Bukan Senjata

Rabu, 20 Mei 2026 | 08:14 WIB
header img
Ketua IJTI Lampung, Andres Affandi, saat berorasi dalam aksi solidaritas bersama sejumlah organisasi pers di Tugu Adipura, Bandar Lampung. (Foto: iNews.id)

BANDAR LAMPUNG, iNews.id - Gelombang kecaman terhadap tindakan militer Israel terus membesar. Kali ini, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Lampung mengecam keras penangkapan dan intimidasi terhadap jurnalis serta relawan kemanusiaan yang tengah membawa bantuan menuju Jalur Gaza, Palestina.

Kecaman itu disampaikan langsung Ketua IJTI Lampung, Andres Affandi, saat berorasi dalam aksi solidaritas bersama sejumlah organisasi pers di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Selasa (19/5/2026).

Dalam orasinya, Andres menyebut tindakan militer Israel sudah melewati batas kemanusiaan. Dunia, kata dia, kembali dipertontonkan aksi represif terhadap warga sipil yang datang membawa bantuan untuk rakyat Gaza yang dilanda krisis kemanusiaan.

“Hari ini dunia kembali dipertontonkan aksi-aksi kekejaman tentara Zionis Israel. Teman-teman kita yang membawa misi kemanusiaan justru ditangkap dan diintimidasi,” tegas Andres di hadapan massa aksi.

Ia menekankan, para jurnalis dan relawan yang berada dalam armada bantuan tersebut bukan kombatan perang maupun pasukan bersenjata. Mereka datang membawa obat-obatan, makanan, dan bantuan kemanusiaan untuk warga sipil Palestina.

“Mereka bukan tentara, mereka tidak membawa senjata. Mereka membawa harapan untuk masyarakat Gaza,” ujarnya.

Dalam aksi itu, IJTI Lampung juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi HAM internasional agar tidak hanya menjadi penonton atas penahanan jurnalis dan relawan kemanusiaan tersebut.

“Kami meminta dunia internasional, PBB dan organisasi HAM untuk tidak diam terhadap aksi-aksi kebiadaban ini,” katanya lantang.

Tak hanya itu, IJTI Lampung turut meminta Pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomasi konkret untuk menekan Israel agar membebaskan seluruh relawan dan jurnalis yang ditahan.

“Kami meminta Pemerintah Indonesia segera melakukan langkah diplomasi dan mendesak Israel membebaskan relawan serta jurnalis yang ditangkap,” ucap Andres.

Aksi solidaritas di Tugu Adipura itu diikuti sejumlah organisasi pers di Lampung, mulai dari Aliansi Jurnalis Independen, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia, hingga Pewarta Foto Indonesia. Massa membawa poster kecaman dan menyerukan perlindungan terhadap jurnalis dalam konflik bersenjata.

Sorotan utama aksi tertuju pada nasib Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis Tempo asal Lampung sekaligus anggota AJI Bandar Lampung yang dilaporkan ditahan dan hilang kontak dalam misi kemanusiaan tersebut.

Berdasarkan informasi keluarga, Andre terakhir kali menghubungi ayahnya pada Minggu (17/5) sore saat kapal bantuan yang ditumpanginya tengah berlayar menuju Gaza. Namun sejak Senin pagi, komunikasi terputus setelah armada bantuan dicegat militer Israel di perairan internasional dekat Siprus.

Peristiwa itu memicu kemarahan kalangan jurnalis di Lampung. Mereka menilai penangkapan terhadap pekerja pers dan relawan kemanusiaan merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap prinsip kemanusiaan dan kebebasan pers internasional.

Editor : Heri Fulistiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut