LAMPUNG SELATAN, iNewsLamsel.id - Bursa perebutan kursi Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Krakatau Raya mulai memanas. Jurnalis Kompas TV, Teuku Khalid Syah, menjadi orang pertama yang resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua IJTI Korda Krakatau Raya.
Berkas pencalonan diserahkan langsung kepada Ketua Panitia Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) I IJTI Korda Krakatau Raya, Axgeis Yohanes Sapta, di Kalianda, Lampung Selatan, Senin (31/8/2026).
Masuknya Teuku sebagai pendaftar pertama menjadi tanda awal persaingan menuju kursi pucuk pimpinan organisasi profesi jurnalis televisi di wilayah Lampung Selatan dan Lampung Timur.
Namun, pertarungan belum selesai. Bursa pencalonan masih terbuka hingga 11 September 2026. Artinya, peluang munculnya kandidat lain masih sangat terbuka dan peta persaingan dipastikan masih bisa berubah.
Teuku mengaku sengaja mendaftar lebih awal sebagai bentuk keseriusan membangun organisasi yang baru terbentuk tersebut.
Ia menegaskan, pencalonannya tidak semata-mata mengejar jabatan ketua, melainkan ingin ikut menentukan arah IJTI Korda Krakatau Raya sejak awal.
“Saya tidak melihat pencalonan ini semata-mata sebagai upaya untuk menjadi ketua. Saya melihat ini sebagai kesempatan untuk ikut membangun fondasi IJTI Korda Krakatau Raya sejak awal dan menjadikannya rumah bersama,” kata Teuku.
Teuku membawa visi “Jurnalisme Positif”. Visi tersebut akan diterjemahkan melalui program peningkatan kapasitas anggota, di antaranya pelatihan jurnalistik televisi, digital journalism hingga jurnalistik investigasi.
Ia memastikan konsep jurnalisme positif tidak akan membuat IJTI kehilangan sikap kritis terhadap berbagai persoalan.
Pers tetap harus tajam. Pers tetap harus kritis. Namun karya jurnalistik juga harus memberikan edukasi dan manfaat bagi publik.
“Jurnalisme positif bukan berarti kita kehilangan daya kritis. Jurnalis tetap harus independen dan menjalankan fungsi kontrol sosial,” tegasnya.
Untuk membangun organisasi, Teuku juga menawarkan kepemimpinan kolektif. Ia menolak anggapan bahwa seorang ketua merupakan pemilik organisasi.
“Ketua bukan pemilik organisasi, tetapi bagian dari anggota yang mendapat mandat untuk bekerja dan memastikan IJTI tumbuh bersama seluruh anggotanya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Muskorda I IJTI Korda Krakatau Raya, Axgeis Yohanes Sapta, membenarkan Teuku Khalid Syah menjadi kandidat pertama yang menyerahkan berkas sejak penjaringan dibuka pada 24 Agustus 2026.
“Proses penjaringan masih kami buka hingga 11 September 2026. Kami memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anggota IJTI Korda Krakatau Raya yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri,” kata Axgeis.
Panitia memastikan seluruh tahapan penjaringan dan Muskorda berjalan terbuka, tertib, serta demokratis sesuai pedoman organisasi.
Kini satu nama sudah masuk gelanggang. Pertanyaannya, siapa yang akan menjadi penantang berikutnya?
Bursa Ketua IJTI Korda Krakatau Raya masih terbuka. Persaingan menuju kursi ketua pun baru memasuki babak awal.
Editor : Heri Fulistiawan
Artikel Terkait
