KOTABUMI, iNewsLamsel.id - Misteri hilangnya Julian Adi Putra (37), warga Desa Sri Agung, Kecamatan Sungkai Jaya, Lampung Utara, berakhir tragis. Pria yang berpamitan kepada keluarga untuk bekerja itu ditemukan tak bernyawa di sebuah kebun singkong, sekitar satu kilometer dari rumahnya.
Temuan jasad Julian bermula ketika pemilik kebun, Reza Hamdi, melihat sepeda motor Honda Beat milik korban terparkir di dekat sebuah gubuk. Curiga dengan kondisi tersebut, Reza melaporkannya kepada aparat desa yang kemudian meneruskan informasi itu kepada kepolisian.
Kepala Desa Sri Agung, Amirudin, mengatakan aparat desa langsung berkoordinasi dengan polisi untuk memastikan keberadaan Julian.
Kematian Julian menyisakan tanda tanya bagi keluarga. Sang ayah, Heriansyah, mengatakan putranya berpamitan meninggalkan rumah pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB untuk bekerja.
Menurut Heriansyah, Julian sempat terlihat berbincang dengan rekannya di kawasan Pasar Pagi sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah itu, korban diketahui berada di BRI Link Banjar Arum saat waktu Magrib.
“Dia jalan ke arah Kotabumi ini, jam tiga (sore), kemudian sekitar jam enam itu dia ngobrol dengan kawannya di Pasar Pagi,” ujar Heriansyah.
Karena saldo di BRI Link tersebut kosong, Julian kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Prokimal. Sekitar pukul 20.00 WIB, korban disebut sempat melintas di Banjar Wangi dan menyeberangi rel kereta api.
Namun, Julian tak pernah sampai ke Cempaka Dungun. Jejaknya kemudian hilang hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di kebun singkong.
“Dari Prokimal mungkin dia berhasil. Jam delapan malam dia lewat di Banjar Wangi, menyeberang rel. Tapi dia tidak sampai ke Cempaka Dungun. Hilang jejaknya dari rel sampai Lapak,” kata Heriansyah.
Keluarga juga mengaku tidak mengetahui adanya penyakit yang diderita Julian. Bahkan, korban disebut tidak memiliki kebiasaan merokok.
Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan medis menyebut tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Ivan Roland Cristofel mengatakan hasil visum menunjukkan Julian diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hingga empat hari sebelum ditemukan.
“Dari hasil visum oleh dokter, tidak ditemukan luka akibat benda tajam maupun benda tumpul. Sehingga dapat kami simpulkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Ivan.
Polisi juga menepis dugaan awal bahwa Julian menjadi korban pencurian atau pencurian dengan kekerasan. Sebab, sejumlah barang milik korban masih berada di lokasi dan dalam kondisi lengkap.
“Untuk barang-barang korban seperti motor, handphone dan lainnya lengkap ada semua. Jadi tidak ada indikasinya korban ini korban pencurian atau pencurian dengan kekerasan,” katanya.
Namun, penyelidikan belum berhenti.
Polisi justru menemukan benda yang memunculkan dugaan baru. Di sekitar lokasi penemuan jasad, petugas menemukan satu botol berisi racun tanaman. Temuan serupa juga didapati di dalam jok sepeda motor korban.
“Untuk dugaan sementara, kita temukan di sana adalah satu botol racun tanaman. Racun tanaman itu ada di sekitar TKP. Kemudian setelah dibuka jok kendaraan, ada bekas cairan yang sama persis dengan cairan yang kita temukan di TKP tadi,” ungkap Ivan.
Temuan tersebut kini menjadi bagian penting dalam penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian Julian. Polisi masih harus memastikan apakah racun tersebut berkaitan langsung dengan kematian korban atau memiliki konteks lain.
Julian diketahui bekerja sebagai koperasi. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama karena korban meninggalkan dua putra dan seorang putri yang masih kecil.
Polisi masih mendalami seluruh rangkaian aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia, termasuk perjalanan terakhirnya hingga berada di kebun singkong tersebut.
Editor : Heri Fulistiawan
Artikel Terkait
