Harga Sayur dan Bumbu di Pasar Kalianda Mulai Turun, Kebutuhan Pokok Lain Cenderung Stabil

Yogi Novan Abitama
Kepala UPT Pasar Inpres Kalianda, Ella Agustianus. Foto: Yogi/iNews.id

LAMPUNG SELATAN, iNewsLamsel.id - Kabar baik datang bagi masyarakat Lampung Selatan. Setelah sempat merangkak naik dalam beberapa hari terakhir, harga sejumlah sayuran dan bumbu dapur di Pasar Inpres Kalianda mulai menunjukkan tren penurunan. Kondisi ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini harus menyesuaikan pengeluaran akibat fluktuasi harga kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan pantauan pada Senin (27/7/2026), beberapa komoditas utama mengalami penurunan harga dibandingkan Sabtu lalu. Kepala UPT Pasar Inpres Kalianda, Ella Agustinus, mengatakan penurunan terjadi seiring membaiknya pasokan dari distributor dan pedagang besar.

"Per hari ini harganya sudah turun dari hari Sabtu kemarin. Tomat yang sebelumnya Rp12.000 kini menjadi Rp8.000 per kilogram. Wortel turun dari Rp15.000 menjadi Rp12.000, begitu juga buncis yang sempat Rp18.000 kini menjadi Rp15.000 per kilogram," ujar Ella.

Tak hanya sayuran, harga sejumlah bumbu dapur juga ikut melandai. Cabai merah yang sebelumnya menyentuh Rp40.000 kini dijual Rp35.000 per kilogram. Penurunan serupa terjadi pada bawang merah, bawang bombai, dan bawang putih yang kini sama-sama dibanderol Rp35.000 per kilogram dari sebelumnya Rp40.000.

Sementara itu, harga kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil. Beras premium dijual berkisar Rp14.800 hingga Rp15.000 per kilogram, beras medium Rp12.000 hingga Rp13.500, beras SPHP Rp12.500, dan beras ketan Rp16.000 per kilogram.

Untuk komoditas lain, minyak goreng kemasan dijual Rp18.000 per kilogram, minyak curah Rp21.000 per kilogram, gula pasir kemasan Rp20.000, dan gula curah Rp21.000 per kilogram.

Di sektor protein hewani, harga daging sapi masih bertahan di Rp135.000 per kilogram. Daging ayam ras dijual Rp48.000 per kilogram atau masih berada di atas harga acuan pemerintah, sedangkan ayam kampung Rp70.000 per kilogram. Telur ayam ras dipasarkan Rp26.000 per kilogram dan telur ayam kampung Rp2.500 per butir.

Ella menjelaskan, perubahan harga dipengaruhi oleh kondisi pasokan yang mulai kembali normal setelah sebelumnya sempat terbatas.

"Bisa jadi karena stok yang tadinya terbatas kini berlimpah, sehingga harganya ikut turun. Kami akan terus memantau agar harga kembali stabil seperti hari-hari biasa," katanya.

Meski demikian, pihak pengelola pasar mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

"Karena harga masih belum sepenuhnya stabil, sebaiknya beli secukupnya sesuai kebutuhan harian. Tidak perlu menimbun agar ketersediaan barang tetap merata untuk seluruh masyarakat," pungkas Ella.

Editor : Heri Fulistiawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network