get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemeriksaan Kesehatan Petugas di Pos Pam Pelabuhan Wika Beton

Bukan Angkut Penumpang, Kereta Ini Bawa Dokter dan Harapan bagi Warga Lampung

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:48 WIB
header img
Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dr. Imam Ghozali, dan Executive Vice President PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Hendy Helmy saat berada didalam Rangkaian Rail Clinic milik PT Kereta Api Indonesia. (Foto: ist)

BANDAR LAMPUNG, iNewsLamsel.id - Suara deru lokomotif yang biasanya identik dengan perjalanan penumpang dan angkutan barang terdengar berbeda di Stasiun Sukamenanti, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Selasa (23/6/2026). Kali ini, kereta yang datang bukan sekadar membawa penumpang, melainkan harapan kesehatan bagi ratusan warga yang tinggal di sepanjang jalur rel.

Rangkaian Rail Clinic milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang menjelma menjadi rumah sakit berjalan yang memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada sekitar 250 warga dan siswa sekolah dasar yang telah mengantre sejak pagi.

Kegiatan bakti sosial tersebut sekaligus menjadi penanda semakin eratnya sinergi antara PT KAI dan RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan menjangkau fasilitas medis.

Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dr. Imam Ghozali, menilai program Rail Clinic merupakan terobosan nyata yang mampu mendekatkan layanan kesehatan langsung ke lingkungan masyarakat.

"Program Rail Clinic sangat baik karena mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Kami mengapresiasi langkah KAI yang secara konsisten menghadirkan pelayanan kesehatan gratis dan edukasi kesehatan bagi warga," kata dr. Imam Ghozali, Rabu (24/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, RSUDAM menerjunkan sejumlah tenaga medis, termasuk dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr. Sarlita Indah, Sp.OG, bersama bidan Zanariah, tim keperawatan, P3IP, dan tenaga promosi kesehatan.

Mereka berkolaborasi dengan tim medis PT KAI Divre IV Tanjungkarang yang memberikan berbagai layanan mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan mata, kesehatan gigi, pemeriksaan laboratorium sederhana hingga penyuluhan kesehatan.

Tak hanya berhenti pada layanan dasar, kerja sama ini diproyeksikan berkembang menjadi pelayanan medis yang lebih kompleks. RSUDAM bahkan membuka peluang pelaksanaan tindakan bedah ringan langsung di dalam fasilitas Rail Clinic.

"Kita baru menjalin kerja sama dengan KAI. Ke depan tidak hanya bakti sosial biasa, tetapi operasi amandel yang sederhana bisa dilakukan di situ. Bahkan operasi katarak juga memungkinkan untuk dikerjakan di Rail Clinic," ungkap dr. Imam.

Gagasan tersebut dinilai menjadi langkah progresif dalam meningkatkan akses kesehatan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari pusat layanan medis.

Selain itu, perhatian juga diberikan kepada kelompok lanjut usia yang selama ini banyak mengeluhkan masalah kesehatan degeneratif.

"Yang paling menarik adalah program bakti sosial untuk lansia yang mengalami nyeri pinggang dan nyeri lutut. Layanan seperti itu bisa dilakukan di Rail Clinic untuk meningkatkan akses kesehatan masyarakat," tambahnya.

Bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek siap menjadi rumah sakit rujukan sehingga pelayanan dapat berlanjut hingga tuntas.

Sementara itu, Executive Vice President PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Hendy Helmy, menegaskan program Rail Clinic merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus upaya memperkuat hubungan dengan masyarakat yang tinggal di sekitar jalur perkeretaapian.

Dalam kegiatan tersebut, KAI juga menyalurkan bantuan berupa dua unit kursi roda, delapan unit kruk, serta puluhan kacamata bagi lansia dan pelajar yang membutuhkan.

Tidak hanya pelayanan kesehatan, masyarakat juga mendapatkan edukasi keselamatan perjalanan kereta api dari Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keselamatan dan aset perkeretaapian.

Kehadiran Rail Clinic di Lampung membuktikan bahwa rel kereta tidak hanya menjadi jalur transportasi, tetapi juga dapat menjadi jalur pelayanan kemanusiaan. Dari atas gerbong-gerbong yang biasanya mengangkut penumpang, kini lahir harapan baru bagi masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan dekat dengan tempat tinggal mereka.

 

Editor : Heri Fulistiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut