Viral! Guru SD Lampung Utara Murka, Makan Bergizi Gratis Diduga Basi
LAMPUNG UTARA - Sebuah video yang memperlihatkan kemarahan seorang oknum guru SD Negeri 3 Sinar Sari, Kabupaten Lampung Utara, viral di media sosial. Guru yang diketahui bernama Ida Yuliana itu meluapkan kekecewaannya terhadap kualitas paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima murid-muridnya, karena diduga basi dan tidak layak konsumsi, Selasa (13/1/2026).
Dalam video tersebut, Ida memperlihatkan langsung isi paket MBG berupa tempe, sayuran, dan buah anggur yang tampak busuk. Dengan nada tegas, ia mempertanyakan tanggung jawab pihak pengelola jika makanan tersebut sampai dikonsumsi anak-anak.
“Apa tanggapan kamu ngasih tempe busuk, ngasih anggur busuk? Ini bukan binatang, ini anak sekolah. Kalau murid kami keracunan, apa kamu mau tanggung jawab?” ujar Ida dalam rekaman yang beredar luas.
Ida menilai kejadian itu sebagai bentuk kelalaian serius dan penghinaan terhadap dunia pendidikan. Ia meminta pihak pengelola MBG bertemu langsung untuk mempertanggungjawabkan kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan anak sekolah.
Namun, kasus di Lampung Utara ini memunculkan pertanyaan serius terkait pengawasan, distribusi, dan profesionalitas pengelolaan di tingkat daerah.
Insiden ini dinilai menunjukkan potensi lemahnya kontrol mutu di lapangan. Jika benar makanan dalam kondisi tidak layak, maka bukan hanya kepercayaan publik yang tercederai, tetapi juga keselamatan anak-anak sebagai penerima manfaat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola MBG maupun instansi terkait mengenai sumber makanan dan mekanisme pengawasan kualitas. Kasus ini dinilai perlu ditelusuri secara transparan untuk memastikan program nasional tidak menyimpang dari tujuan utamanya: melindungi dan menyehatkan generasi bangsa.
Editor : Heri Fulistiawan