Doktor Muda dari Tanah Lada: M Enriko Tosulpa Harumkan Lampung di Usia 31 Tahun

Heri Fulistiawan
M Enriko Tosulpa, putra asli Lampung, yang kembali mengangkat martabat daerahnya lewat jalur pendidikan resmi menyandang gelar Doktor Teknik Sipil setelah menyelesaikan studi S3 di Universitas Tarumanegara. (Foto: istimewa)

BANDAR LAMPUNG, iNewsLansel.id - Stigma kelam “negeri para pembegal” yang selama ini melekat pada Provinsi Lampung perlahan mulai runtuh. Di tengah geliat pariwisata yang kian tumbuh dan wajah Lampung yang semakin ramah bagi pelancong domestik maupun mancanegara, lahir pula kabar membanggakan dari dunia akademik.

Adalah M Enriko Tosulpa, putra Lampung asli, yang kembali mengangkat martabat daerahnya lewat jalur pendidikan. Pemuda kelahiran Bandar Lampung, 28 September 1994, atau berusia 31 tahun 4 bulan ini resmi menyandang gelar Doktor Teknik Sipil setelah menyelesaikan studi S3 di Universitas Tarumanagara, Jakarta. Prestasi tersebut menjadikannya salah satu doktor termuda dari generasi putra-putri Lampung saat ini.

Di usia yang masih tergolong muda, Enriko—atau akrab disapa Riko—telah menapaki jalan panjang pengabdian. Ia kini mengabdi sebagai Dosen Program Studi Teknik Sipil di Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai). Tak hanya itu, Riko juga dipercaya sebagai Instruktur BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) di bawah naungan IASPRO (Ikatan Asesor Profesional) Indonesia.

Bagi Riko, pencapaian ini bukan sekadar gelar akademik, melainkan bentuk tanggung jawab moral sebagai anak daerah.

“Kami sebagai putra-putri Lampung harus berusaha mengharumkan tanah kelahiran. Kami tidak memperdulikan stigma ‘begal’ yang berkembang di publik. Justru ini menjadi pemacu agar kami lebih berkembang dalam pendidikan dan prestasi,” ujar Riko.

Pilihan Riko menekuni Teknik Sipil bukan tanpa alasan. Ia ingin keilmuannya kelak memberi dampak nyata bagi pembangunan di Provinsi Lampung, khususnya di sektor infrastruktur yang menjadi urat nadi perekonomian daerah.

Hal itu tercermin dalam disertasinya yang berjudul “Model Penanganan Pengaruh Kerusakan Jalan Nasional Akibat Muatan Berlebih”. Dalam risetnya, Riko menyoroti kerusakan jalan akibat ODOL (Over Dimension Over Loading) yang dinilai sebagai persoalan prioritas akibat lemahnya pengawasan dan penanganan.

Menurutnya, pemerintah daerah harus menempatkan perbaikan dan pengawasan jalan sebagai agenda utama, demi menunjang kemajuan lintas sektor—mulai dari ekonomi, pariwisata, hingga kesejahteraan masyarakat Lampung secara keseluruhan.

Prestasi Enriko pun mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Lampung. Gubernur Lampung Rahmat Mirza Dzausal menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian tersebut.

“Ini menambah daftar putra-putri terbaik Lampung. Harapannya, prestasi ini dapat menjadi kekuatan untuk membangun Lampung agar lebih baik ke depan serta mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia, khususnya Generasi Emas Provinsi Lampung,” ujar Gubernur.

Di tengah berbagai stigma dan tantangan, kisah M Enriko Tosulpa menjadi bukti bahwa Lampung tak hanya melahirkan cerita gelap, tetapi juga cahaya harapan—anak muda yang memilih ilmu, prestasi, dan pengabdian sebagai jalan mengharumkan tanah kelahiran.

Editor : Heri Fulistiawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network