get app
inews
Aa Text
Read Next : Tunggakan Iuran BPJS Tembus Rp134 Miliar, Pemda di Lampung Diminta Segera Melunasi

Jaga Harga Bawang Tetap Stabil, Bandar Lampung dan Metro Gandeng Solok Perkuat Pasokan Pangan

Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:04 WIB
header img
Foto bersama peserta kerja sama antar daerah dan capacity building di Sumatera Barat. Foto: Ist

BANDAR LAMPUNG, iNewsLamsel.id - Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Pemerintah Kota Metro mengambil langkah strategis untuk menekan gejolak harga pangan dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sebagai daerah pemasok utama bawang merah.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Kerja Sama Antardaerah (KAD) atau Government-to-Government (G2G) serta perjanjian kerja sama antarpelaku usaha (Business-to-Business/B2B) di Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Kamis (30/7/2026).

Kesepakatan G2G ditandatangani langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, dan Bupati Solok Jon Firman Pandu. Sementara kerja sama B2B mempertemukan petani unggulan bawang merah Kabupaten Solok dengan pembeli (offtaker) dari Bandar Lampung dan Metro. Penandatanganan turut disaksikan Bank Indonesia serta Pemerintah Provinsi Lampung.

Kerja sama ini difokuskan untuk menjamin ketersediaan pasokan bawang merah ke Lampung sekaligus menjaga harga tetap stabil di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting karena bawang merah menjadi salah satu komoditas yang kerap menyumbang inflasi di Lampung. Di sisi lain, produksi bawang merah di provinsi ini masih jauh dari kebutuhan pasar.

Berdasarkan data BPS 2026, produksi bawang merah Kabupaten Solok pada 2025 mencapai sekitar 218,9 ribu ton, sedangkan produksi Lampung hanya sekitar 1,3 ribu ton. Perbedaan kapasitas produksi tersebut membuka peluang kemitraan yang saling menguntungkan, yakni memastikan pasokan bagi Lampung sekaligus memperluas akses pasar bagi petani Solok.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Achmad P. Subarkah, menegaskan bahwa kerja sama antardaerah menjadi instrumen penting dalam menghubungkan daerah surplus produksi dengan daerah yang membutuhkan tambahan pasokan.

"Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan semata, melainkan diikuti dengan transaksi yang terukur dan berkelanjutan. Dengan distribusi yang lebih efisien, konsumen mendapatkan pasokan dan harga yang lebih stabil, sementara petani mendapatkan pasar yang lebih luas dan pasti," ujarnya.

Kerja sama ini merupakan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) 2026, sekaligus tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi TPIP-TPID Wilayah Sumatera yang menekankan pentingnya penguatan rantai pasok pangan antardaerah.

Sebagai tindak lanjut, transaksi perdana akan segera direalisasikan dengan dukungan PT Pos Indonesia sebagai mitra logistik. Model kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan distribusi pangan yang lebih efisien, menjaga stabilitas harga, serta memperkuat ketahanan pangan di Lampung.

Tak hanya menjamin pasokan, rombongan dari Lampung juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk mempelajari praktik terbaik pengembangan sentra bawang merah di Solok, mulai dari sistem budidaya, pembinaan kelompok tani, pengembangan kawasan tanam, hingga penggunaan benih unggul varietas lokal SS Sakato yang berpotensi diterapkan di Lampung.

Melalui sinergi antardaerah yang berkelanjutan, pemerintah berharap harga bawang merah tetap terkendali, kesejahteraan petani meningkat, dan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan inflasi pangan.

Editor : Heri Fulistiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut