Dari Ruang Binaan ke Hati Masyarakat: Karya WBP Lapas Kalianda Temukan Tempat di Lounge Imigrasi
KALIANDA, iNewsLamsel.id – Sebuah langkah penuh makna menghubungkan dunia dalam lembaga pemasyarakatan dengan masyarakat luas terwujud melalui pemajangan galeri produk hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Kalianda di area Lounge Imigrasi Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kalianda.
Di balik setiap produk yang dipajang – mulai dari kaligrafi seni yang memukau, potret berkelas, kerajinan tangan anyaman dengan motif khas Lampung, hingga kain tapis Lampung berwarna-warni yang penuh keanggunan – tersimpan cerita perjuangan dan transformasi yang mengharukan.
Karya-karya tersebut bukan hanya hasil kreativitas semata, melainkan bukti nyata bahwa dengan pembinaan berkelanjutan di bidang kerajinan tangan, sulam, tenun, dan lainnya, WBP mampu mengasah keterampilan dan menghasilkan barang yang bernilai serta bermanfaat.
Sebuah spanduk informasi yang berada di sisi galeri menjelaskan berbagai program pembinaan kemandirian yang telah dilaksanakan, mulai dari konveksi, tapis, hingga perikanan, yang menjadi landasan bagi WBP untuk mengembangkan bakat mereka.
Melalui kehadiran galeri ini, Lapas Kalianda berharap dapat menghapus stigma yang selama ini melekat pada WBP. Masyarakat diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung bahwa mereka juga memiliki potensi untuk berkontribusi positif, bahkan mampu menjadi bagian yang produktif dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kami tidak hanya ingin memamerkan produk, tetapi lebih dari itu – memberi ruang bagi mereka untuk menunjukkan bahwa perubahan mungkin terjadi dan mereka layak mendapatkan kesempatan kedua untuk bersinar kembali," ujar Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda dalam sambutannya pada Senin, (31/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen lembaga dalam menjalankan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada tata tertib, tetapi juga pada pengembangan potensi manusia yang ada di balik jeruji besi.
Semoga langkah ini dapat membuka hati masyarakat untuk memberikan dukungan dan peluang pasar, sekaligus menjadi awal dari perjalanan WBP menuju kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa binaan.
Editor : Heri Fulistiawan