BANDAR LAMPUNG, iNewsLamsel.id - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung petahana, Wirahadikusumah, mulai memanaskan kontestasi Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Lampung. Wira resmi mengambil formulir pendaftaran bakal calon Ketua PWI Lampung periode 2026–2031, Senin (19/10/2026).
Langkah tersebut menjadi sinyal keseriusan Wira untuk kembali memimpin organisasi wartawan terbesar di Indonesia itu selama lima tahun ke depan, sekaligus melanjutkan kepemimpinannya di tengah tantangan perubahan industri pers dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Wira datang bersama Adi Kurniawan, yang mengambil formulir bakal calon Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Lampung. Keduanya tiba di Balai Wartawan Hi. Solfian Akhmad sekitar pukul 13.42 WIB dan diterima langsung oleh Tim Penjaringan dan Pendaftaran (TPP).
Wira menegaskan, keputusannya kembali maju bukan sekadar mempertahankan posisi, melainkan melanjutkan pengabdian sekaligus memperbaiki berbagai kekurangan selama kepengurusan periode 2021–2026.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah organisasi yang perlu diselesaikan, mulai dari penguatan kelembagaan hingga mempersiapkan wartawan menghadapi perubahan ekosistem media yang semakin dinamis.
“Saya memastikan pengabdian dan pengawalan ini sebagai calon ketua Provinsi Lampung periode 2026–2031 untuk tetap melanjutkan pengabdian dan meneruskan kerja-kerja organisasi yang tentu belum sempurna dan masih banyak yang harus terus dimajukan serta diperbaiki ke depannya,” ujar Wira.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga marwah PWI sekaligus memastikan organisasi tetap relevan di tengah tantangan zaman, termasuk perubahan pola kerja jurnalistik akibat perkembangan teknologi digital dan AI.
Di sisi lain, Wira menyatakan siap mempertanggungjawabkan seluruh kinerja kepengurusan selama periode 2021–2026 secara transparan dalam forum Konferprov. Agenda tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus ruang bagi anggota untuk menilai perjalanan organisasi sebelum menentukan arah kepemimpinan berikutnya.
Berdasarkan informasi Steering Committee (SC), Konferprov PWI Lampung direncanakan berlangsung pada rentang 20 hingga 31 Desember 2026.
“Semua itu akan kami pertanggungjawabkan di Konferensi Provinsi nanti. Momen tersebut juga akan kita jadikan evaluasi bersama untuk melangkah ke depan,” katanya.
Mukernas PWI 2027 Jadi Ujian Tuan Rumah
Selain menghadapi agenda pergantian kepemimpinan, PWI Lampung juga bersiap menjalankan tanggung jawab besar sebagai tuan rumah Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PWI yang dijadwalkan berlangsung pada April 2027.
Wira menilai, agenda nasional tersebut tidak bisa dibebankan hanya kepada ketua atau pengurus. Kesuksesan Mukernas, menurutnya, membutuhkan keterlibatan seluruh anggota PWI Lampung.
Ia berharap Lampung mampu menunjukkan kapasitas sebagai tuan rumah yang baik, sekaligus memanfaatkan momentum tersebut untuk mendorong prestasi organisasi di tingkat nasional.
“Ini kerja seluruh anggota untuk menyukseskan Mukernas tersebut, agar kita bisa menjadi tuan rumah yang sukses dan baik. Masyarakat Lampung dikenal gemar memuliakan dan menerima tamu dengan hangat. Kita juga menargetkan dapat meraih prestasi di ajang Mukernas nantinya,” tuturnya.
Sementara itu, Adi Kurniawan yang maju sebagai bakal calon Ketua Dewan Kehormatan PWI Lampung menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah dan mendorong organisasi menjadi lebih baik.
“Pada intinya sama dengan yang disampaikan Wira. Melalui pemilihan ini, saya dan Wira siap membawa PWI Lampung lebih baik lagi ke depannya,” kata Adi.
Ketua TPP bakal calon Ketua PWI Lampung, Lukmansyah, mengungkapkan bahwa hingga penutupan pendaftaran hari pertama pada pukul 15.30 WIB, belum ada kandidat lain yang mengambil formulir.
“Sampai dengan pendaftaran hari pertama ditutup, hanya satu kandidat Ketua PWI Lampung dan satu kandidat Ketua DK yang mengambil formulir,” ungkap Lukmansyah.
Dengan dimulainya tahapan penjaringan, persaingan menuju pucuk kepemimpinan PWI Lampung periode 2026–2031 mulai terbuka. Namun, proses Konferprov mendatang tidak hanya menjadi ajang pemilihan ketua, melainkan juga momentum untuk menguji pertanggungjawaban kepengurusan, merumuskan arah organisasi, serta menyiapkan wartawan menghadapi tantangan industri pers ke depan.
Editor : Heri Fulistiawan
Artikel Terkait
